Industri Sawit Didorong Terus Tumbuh Dongkrak Perekonomian
Kamis, 22 Januari 2026 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Prof Bustanul Arifin mengatakan Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar (48%) di dunia, di mana pada 2025 mencapai 17,1 juta ha dan produksi CPO 49,4 juta ton. "Ekonomi sawit didorong menuju industri berkelanjutan," ujarnya.
Untuk itu, kata Bustanul, perlu sinergi berupa hilirisasi produk dan penguatan hulu kebun. Keberhasilan hilirisasi terukur oleh sinergi, integrasi dan penguatan hulu. Juga perlu konsistensi kebijakan budidaya dan peningkatan nilai tambah. "Peta jalan hilirisasi perlu mengarah pada pengembangan industri pangan fungsional, berdampak Kesehatan dan vitalitas."
Baca Juga: Industri Sawit Komitmen Terhadap Hak Anak dan Pekerja Perempuan di Perkebunan
Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Prof Yanto Santosa mengatakan bahwa laju deforestasi sudah berlangsung jauh lebih luas dan tidak terkait secara signifikan pada pengembangan perkebunan kelapa sawit. Dari data global menunjukkan bahwa pembukaan lahan sawit di dunia hanya berkontribusi sekitar 2,5% terhadap deforestasi global.
Dalam kajian perbandingan keanekaragamanhayati, kebun kelapa sawit merupakan habitat dari berbagai taksa satwa liar (mamalia, burung, amfibi dan reptil). Perubahan tutupan dari hutan sekunder menjadi kebun sawit cenderung menurunkan keragaman jenis mamalia, namun dari taksa lain mengalami peningkatan.
Sedangkan perubahan tutupan dari bukan hutan menjadi kelapa sawit, kata Yanto Santosa, cenderung meningkatkan keanekaragaman jenis hampir semua taksa. Dari segi dampak sawit pada kekeringan, terbukti evapotranspirasi tanaman kelapa sawit setara dengan tanaman karet kisaran 4 mm/hari.
Adapun penyerapan air tanah oleh tanaman kelapa sawit tidak mungkin dilakukan melebihi kedalaman solum tanah di zona perakaran. “Dari segi serapan CO2, tanaman kelapa sawit terbukti memiliki kemampuan penyerapan CO2 yang tinggi dan paling efisien dalam pemanfaatan radiasi matahari dibandingkan tanaman komoditas kehutanan lain,” kata Yanto Santosa.
Guru Besar Ilmu Tanah Universitas Mulawarman, Prof Zulkarnain, mengatakan kelapa sawit merupakan sumber minyak nabati dengan kontribusi terbesar terhadap pasokan minyak nabati dunia, dengan produktivitas jauh melampaui komoditas sejenis. Sawit juga menjadi tulang punggung industri pangan, energi dan manufaktur global.
Untuk itu, kata Bustanul, perlu sinergi berupa hilirisasi produk dan penguatan hulu kebun. Keberhasilan hilirisasi terukur oleh sinergi, integrasi dan penguatan hulu. Juga perlu konsistensi kebijakan budidaya dan peningkatan nilai tambah. "Peta jalan hilirisasi perlu mengarah pada pengembangan industri pangan fungsional, berdampak Kesehatan dan vitalitas."
Baca Juga: Industri Sawit Komitmen Terhadap Hak Anak dan Pekerja Perempuan di Perkebunan
Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Prof Yanto Santosa mengatakan bahwa laju deforestasi sudah berlangsung jauh lebih luas dan tidak terkait secara signifikan pada pengembangan perkebunan kelapa sawit. Dari data global menunjukkan bahwa pembukaan lahan sawit di dunia hanya berkontribusi sekitar 2,5% terhadap deforestasi global.
Dalam kajian perbandingan keanekaragamanhayati, kebun kelapa sawit merupakan habitat dari berbagai taksa satwa liar (mamalia, burung, amfibi dan reptil). Perubahan tutupan dari hutan sekunder menjadi kebun sawit cenderung menurunkan keragaman jenis mamalia, namun dari taksa lain mengalami peningkatan.
Sedangkan perubahan tutupan dari bukan hutan menjadi kelapa sawit, kata Yanto Santosa, cenderung meningkatkan keanekaragaman jenis hampir semua taksa. Dari segi dampak sawit pada kekeringan, terbukti evapotranspirasi tanaman kelapa sawit setara dengan tanaman karet kisaran 4 mm/hari.
Adapun penyerapan air tanah oleh tanaman kelapa sawit tidak mungkin dilakukan melebihi kedalaman solum tanah di zona perakaran. “Dari segi serapan CO2, tanaman kelapa sawit terbukti memiliki kemampuan penyerapan CO2 yang tinggi dan paling efisien dalam pemanfaatan radiasi matahari dibandingkan tanaman komoditas kehutanan lain,” kata Yanto Santosa.
Guru Besar Ilmu Tanah Universitas Mulawarman, Prof Zulkarnain, mengatakan kelapa sawit merupakan sumber minyak nabati dengan kontribusi terbesar terhadap pasokan minyak nabati dunia, dengan produktivitas jauh melampaui komoditas sejenis. Sawit juga menjadi tulang punggung industri pangan, energi dan manufaktur global.
Lihat Juga :