Industri Sawit Didorong Terus Tumbuh Dongkrak Perekonomian
Kamis, 22 Januari 2026 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Dominasi ini menjadikan sawit sebagai sasaran utama kritik, regulasi ketat dan konflik kebijakan internasional. “Sehingga sawit bertransformasi dari bukan sekedar komoditas pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi sudah menjadi konsumsi geopolitik ekonomi global,” katanya.
Strategi sawit ke depan, kata dia, merupakan kekuatan geopolitik ekonomi Indonesia di dunia internasional. Namun dilihat dari status kepemilikan, ternyata pemerintah hanya memiliki sebagian kecil perkebunan kelapa sawit.
Dari segi kemanfaatan, aktifitas perkebunan sawit mampu menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah. Sistem plasma inti memberikan “spread effect” ekonomi terhadap ekonomi rakyat di sekitar kebun.
Dia juga mengatakan perkebunan sawit telah memenuhi aturan dalam penataan ruang, yaitu pemanfaatan lahan yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan serta menjaga ekosistem wilayah. “Namun demikian pemerintah belum menetapkan kawasan strategis yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW),” tuturnya.
Dari sisi energi, produk sawit merupakan bahan baku industri energi baru terbarukan (EBT). Hasil kajian terhadap aspek teknis, lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi, perkebunan kelapa sawit memiliki dampak positif terhadap pembangunan ekonomi wilayah dan ekonomi rakyat, yang berpengaruh terhadap kekuatan tawar geopolitik-ekonomi global.
Untuk itu, kata Zulkarnain, kelapa sawit sebagai komoditi strategis mampu mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara. kelapa sawit layak ditetapkan sebagai komoditi strategis nasional yang secara eksplisit diatur dalam peraturan perundangan.
Sementara itu Eko Murdiyanto berharap keberadaan industri yang menghasilkan keuntungan dalam budaya ekonomi, bisa berdampak pada kepedulian sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan secara budaya sosial diharapkan mampu membangkitkan sociopreneur. Sehingga lingkungan sawit bisa berkelanjutan. "Maka pengembangan perusahaan akan diikuti dengan kemampuan masyarakat yang semakin berdaya dan lingkungan lestari," kata Eko.
Strategi sawit ke depan, kata dia, merupakan kekuatan geopolitik ekonomi Indonesia di dunia internasional. Namun dilihat dari status kepemilikan, ternyata pemerintah hanya memiliki sebagian kecil perkebunan kelapa sawit.
Dari segi kemanfaatan, aktifitas perkebunan sawit mampu menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah. Sistem plasma inti memberikan “spread effect” ekonomi terhadap ekonomi rakyat di sekitar kebun.
Dia juga mengatakan perkebunan sawit telah memenuhi aturan dalam penataan ruang, yaitu pemanfaatan lahan yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan serta menjaga ekosistem wilayah. “Namun demikian pemerintah belum menetapkan kawasan strategis yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW),” tuturnya.
Dari sisi energi, produk sawit merupakan bahan baku industri energi baru terbarukan (EBT). Hasil kajian terhadap aspek teknis, lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi, perkebunan kelapa sawit memiliki dampak positif terhadap pembangunan ekonomi wilayah dan ekonomi rakyat, yang berpengaruh terhadap kekuatan tawar geopolitik-ekonomi global.
Untuk itu, kata Zulkarnain, kelapa sawit sebagai komoditi strategis mampu mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara. kelapa sawit layak ditetapkan sebagai komoditi strategis nasional yang secara eksplisit diatur dalam peraturan perundangan.
Sementara itu Eko Murdiyanto berharap keberadaan industri yang menghasilkan keuntungan dalam budaya ekonomi, bisa berdampak pada kepedulian sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan secara budaya sosial diharapkan mampu membangkitkan sociopreneur. Sehingga lingkungan sawit bisa berkelanjutan. "Maka pengembangan perusahaan akan diikuti dengan kemampuan masyarakat yang semakin berdaya dan lingkungan lestari," kata Eko.
(nng)
Lihat Juga :