Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin: Dukung Mudik Aman Berkeselamatan
Jum'at, 23 Januari 2026 - 15:21 WIB
loading...
Para pimpinan lintas instansi meninjau progress pembangunan Yogyakarta-Bawen Seksi 6. Tol dipastikan sudah beroperasi saat arus mudik dan balik Idulfitri 2026. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
YOGYAKARTA - Jasa Raharja ikut meninjau pintu tol interchange Purwomartani-Sleman dan progres pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 yang diproyeksikan sebagai tol fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 2026. Peninjauan jalur ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat 2026 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Jasa Raharja mendukung keselamatan transportasi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, dan Dirut PT Jasa Marga Rivan A Purwantono. Baca juga: Tol Yogyakarta-Bawen Ditargetkan Beroperasi Sebagian Tahun Depan
Rombongan meninjau kesiapan fisik ruas tol, potensi pengoperasian fungsional, serta koordinasi pengaturan lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Kakorlantas Agus Suryonugroho menyambut baik pengoperasian tol fungsional Yogyakarta-Bawen sebagai bagian dari strategi pengelolaan arus mudik dan balik.
Tol ini sebagai pemecah bangkitan arus kendaraan dari arah Jakarta dan Semarang menuju Solo dan Yogyakarta. Dengan demikian arus lalu lintas dapat terbagi antara jalan tol dan jalan arteri.
“Korlantas Polri menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas, mulai dari alih arus, penerapan one way, hingga contraflow apabila diperlukan. Seluruh langkah tersebut akan ditetapkan berdasarkan pemantauan arus lalu lintas secara real time dengan evaluasi data jam per jam,” katanya, Jumat (23/1/2026).
Saat ini, progres pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 telah mencapai sekitar 90%. Tol ini dipastikan siap difungsionalkan pada periode Idulfitri 2026, dengan perhatian utama pada pengaturan lalu lintas di titik keluar Ambarawa yang terhubung langsung dengan jalan arteri.
Pengoperasian fungsional akan memperhatikan pemenuhan standar keselamatan jalan, seperti ketersediaan perambuan dan penerangan jalan. Apabila penerangan belum sepenuhnya memadai, pengoperasian dapat diberlakukan pada waktu tertentu guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mendukung pengoperasian tol fungsional dan penerapan rekayasa lalu lintas selama Idulfitri 2026 sebagai bagian dari Operasi Ketupat. Sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan, Jasa Raharja mendukung penuh langkah strategis lintas instansi ini untuk meningkatkan keselamatan transportasi nasional. Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali, Jasa Raharja Gerak Cepat Jamin Santunan Seluruh Korban
”Kolaborasi yang solid diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan serta menekan fatalitas korban selama periode Idulfitri. Hal ini merupakan wujud negara hadir dalam memberikan pelayanan publik yang melayani sepenuh hati dan berorientasi pada pelayanan prima,” ujarnya.
Melalui sinergi dalam Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja berharap pengoperasian Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 dapat berjalan optimal. Dengan demikian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mewujudkan arus mudik dan balik Idulfitri 2026 yang aman, lancar, dan berkeselamatan.
Kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Jasa Raharja mendukung keselamatan transportasi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, dan Dirut PT Jasa Marga Rivan A Purwantono. Baca juga: Tol Yogyakarta-Bawen Ditargetkan Beroperasi Sebagian Tahun Depan
Rombongan meninjau kesiapan fisik ruas tol, potensi pengoperasian fungsional, serta koordinasi pengaturan lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Kakorlantas Agus Suryonugroho menyambut baik pengoperasian tol fungsional Yogyakarta-Bawen sebagai bagian dari strategi pengelolaan arus mudik dan balik.
Tol ini sebagai pemecah bangkitan arus kendaraan dari arah Jakarta dan Semarang menuju Solo dan Yogyakarta. Dengan demikian arus lalu lintas dapat terbagi antara jalan tol dan jalan arteri.
“Korlantas Polri menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas, mulai dari alih arus, penerapan one way, hingga contraflow apabila diperlukan. Seluruh langkah tersebut akan ditetapkan berdasarkan pemantauan arus lalu lintas secara real time dengan evaluasi data jam per jam,” katanya, Jumat (23/1/2026).
Saat ini, progres pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 telah mencapai sekitar 90%. Tol ini dipastikan siap difungsionalkan pada periode Idulfitri 2026, dengan perhatian utama pada pengaturan lalu lintas di titik keluar Ambarawa yang terhubung langsung dengan jalan arteri.
Pengoperasian fungsional akan memperhatikan pemenuhan standar keselamatan jalan, seperti ketersediaan perambuan dan penerangan jalan. Apabila penerangan belum sepenuhnya memadai, pengoperasian dapat diberlakukan pada waktu tertentu guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mendukung pengoperasian tol fungsional dan penerapan rekayasa lalu lintas selama Idulfitri 2026 sebagai bagian dari Operasi Ketupat. Sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan, Jasa Raharja mendukung penuh langkah strategis lintas instansi ini untuk meningkatkan keselamatan transportasi nasional. Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali, Jasa Raharja Gerak Cepat Jamin Santunan Seluruh Korban
”Kolaborasi yang solid diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan serta menekan fatalitas korban selama periode Idulfitri. Hal ini merupakan wujud negara hadir dalam memberikan pelayanan publik yang melayani sepenuh hati dan berorientasi pada pelayanan prima,” ujarnya.
Melalui sinergi dalam Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja berharap pengoperasian Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 dapat berjalan optimal. Dengan demikian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mewujudkan arus mudik dan balik Idulfitri 2026 yang aman, lancar, dan berkeselamatan.
(poe)
Lihat Juga :