Pendanaan Bank ke Pinjol Tembus Rp60 Triliun, Ekonom Sebut Imbal Hasil Lebih Menarik

Jum'at, 23 Januari 2026 - 20:28 WIB
loading...
Pendanaan Bank ke Pinjol...
Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Tren perbankan yang mengalihkan sebagian pendanaannya ke industri pinjaman online (pinjol) dinilai sebagai bentuk ekspansi bisnis di sektor pembiayaan. Perkembangan ini terjadi di tengah kecenderungan penyaluran kredit perbankan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menunjukkan arah sebaliknya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sumber pendanaan pindar masih didominasi oleh perbankan dengan nilai sekitar Rp60,79 triliun atau setara 64,10 persen dari total outstanding pendanaan pindar pada November 2025. Data tersebut menunjukkan peran signifikan bank dalam menopang pertumbuhan industri fintech pembiayaan.



Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai penyaluran kredit perbankan kepada pengelola pindar mampu memutus sebagian rantai birokrasi dalam pelepasan dana. "Perbankan lebih mudah lebih murah untuk menyalurkannya lewat Pindar dibandingkan mereka berkunjung ataupun menyalurkan sendiri kan karena kan ada uang kunjungan dan sebagainya, tapi dengan mereka ke Pindar, semua itu menjadi di luar tugas bank," ujar Huda dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Pinjol Jadi Favorit Warga RI, Pendanaan Tembus Rp92,92 Triliun

Menurut Huda, pembiayaan yang disalurkan ke pindar, alih-alih langsung ke debitur seperti pelaku UMKM, juga dinilai lebih mudah dimitigasi risikonya. Hal tersebut sejalan dengan penggunaan mekanisme Asuransi Administrative Service Only (ASO) yang berfungsi untuk meminimalkan risiko gagal bayar.

"Nah soal pengembalian investasi di pindar itu bagi investor itu sekitar 15% minimal. Bisa sampai 20%. Artinya itu jauh lebih tinggi ketika mereka menyalurkan kredit sendiri, kreditur ke UMKM," ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, Huda meyakini prospek bisnis fintech pembiayaan pada 2026 akan tetap berada dalam tren positif. Optimisme ini muncul di tengah data kredit perbankan yang mengalami koreksi negatif, terutama pada penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM.

Baca Juga: BI hingga OJK Temui Purbaya, Ini yang Dibahas

Sementara itu, data OJK menunjukkan outstanding pendanaan pindar mencapai Rp92,92 triliun per Oktober 2025 atau tumbuh 24 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan di segmen ekonomi mikro.

Huda menambahkan segmentasi debitur pindar banyak menyasar pelaku ekonomi mikro, termasuk UMKM, serta melibatkan lender nonperbankan. "Salah satu faktornya tadi ada credit gap. Jadi permintaannya (pindar) tetap tinggi dan sisi lain perbankan itu tidak bisa catch up karena berbagai faktor termasuk administrasi," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
Jangan Sampai Salah!...
Jangan Sampai Salah! Ini Hukum Kurban Pakai Pinjol dan Paylater!
Rayakan Usia 6 Dekade,...
Rayakan Usia 6 Dekade, Bank Papua Gelar Turnamen Tenis Bank Papua Open 2026
Rekomendasi
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved