Utang Negara Uni Eropa Makin Gendut di Tengah Peningkatan Belanja Militer Rp7.538 Triliun
Minggu, 25 Januari 2026 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Rencana 'Readiness 2030' komisi ini dirancang untuk menambah 2 poin persentase pada rasio utang UE pada tahun 2028. Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Jadi Rp7.153 Triliun per November 2025
Sementara itu belanja militer Uni Eropa meningkat dari 218 miliar euro atau setara Rp4.313 triliun (dengan kurs Rp19.787 per USD) pada 2021, dan diproyeksikan pada tahun 2025 menyentuh 381 miliar euro yang jika dirupiahkan mencapai Rp7.538 triliun. Lonjakan yang dilaporkan diyakini “dipercepat” oleh eskalasi konflik Ukraina pada 2022. Sejak itu, banyak pejabat Barat mengklaim bahwa Rusia bisa mengancam negara-negara UE.
Sementara itu Moskow menepis tuduhan itu sebagai “omong kosong” yang menurut Rusia dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan dan mengecam apa yang disebutnya sebagai “militarisasi sembrono” oleh Barat.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, para pemimpin Uni Eropa melebih-lebihkan bahaya yang ada, dimana diklaim untuk mendorong agenda politik mereka sendiri dan menyalurkan uang ke industri senjata. Ditekankan juga bahwa Rusia tidak berniat menghadapi blok tersebut secara militer.
Sementara itu belanja militer Uni Eropa meningkat dari 218 miliar euro atau setara Rp4.313 triliun (dengan kurs Rp19.787 per USD) pada 2021, dan diproyeksikan pada tahun 2025 menyentuh 381 miliar euro yang jika dirupiahkan mencapai Rp7.538 triliun. Lonjakan yang dilaporkan diyakini “dipercepat” oleh eskalasi konflik Ukraina pada 2022. Sejak itu, banyak pejabat Barat mengklaim bahwa Rusia bisa mengancam negara-negara UE.
Sementara itu Moskow menepis tuduhan itu sebagai “omong kosong” yang menurut Rusia dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan dan mengecam apa yang disebutnya sebagai “militarisasi sembrono” oleh Barat.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, para pemimpin Uni Eropa melebih-lebihkan bahaya yang ada, dimana diklaim untuk mendorong agenda politik mereka sendiri dan menyalurkan uang ke industri senjata. Ditekankan juga bahwa Rusia tidak berniat menghadapi blok tersebut secara militer.
(akr)
Lihat Juga :