Investor Dubai Investasi di IKN Rp4 Triliun, Bangun Mal hingga Masjid

Senin, 26 Januari 2026 - 10:29 WIB
loading...
Investor Dubai Investasi...
Investor dari Uni Emirat Arab (UEA) akan berinvestasi di IKN membangun pusat perbelanjaan hingga masjid. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) resmi menjalin kerja sama dengan investor internasional asal Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem Group, untuk mengembangkan kawasan terpadu (mixed-use) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dengan nilai investasi sekitar Rp4 triliun.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, dan Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, yang berlangsung di Dubai pada Jumat (23/1/2026).

Dalam kerja sama ini, Ayedh Dejem Group akan memanfaatkan lahan seluas 9,7 hektare di KIPP 1A yang berlokasi strategis di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Di atas lahan tersebut akan dibangun kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan, serta fasilitas ibadah berupa masjid.

Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, menyampaikan optimismenya terhadap prospek pengembangan real estat di IKN seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Pertumbuhan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. Dan insyaallah ekonomi tumbuh pesat, sehingga membutuhkan proyek yang besar untuk memenuhi kebutuhan," ujar Syeikh Ayedh Dejem dalam keterangan resmi, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Pembangunan Gedung Legislatif dan Yudikatif di IKN Ditarget Selesai 2028

Ia menambahkan, latar belakang kekuatan ekonomi Indonesia dan posisi Dubai sebagai salah satu pusat ekonomi dunia menjadi dasar keyakinan pihaknya untuk berinvestasi di Nusantara.



"Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara,"tambahnya.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menyatakan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam percepatan pembangunan kawasan strategis di IKN.

"Alhamdulillah pada hari ini, tanggal 23 Januari, OIKN bersama-sama Ayedh Dejem telah berhasil menandatangani perjanjian kesepakatan pengalokasian lahan di luasan sebesar 9,7 hektar," kata Sudiro.

Baca Juga: Mensesneg Ungkap Presiden Prabowo Ingin Desain IKN Bisa Antisipasi Karhutla

Ia menjelaskan, nilai investasi diperkirakan mencapai Rp4 triliun yang akan diawali dengan tahapan perencanaan detail, pengurusan perizinan, serta proses lelang kontraktor. Seluruh proses pra-konstruksi tersebut diproyeksikan memakan waktu maksimal satu setengah tahun sejak penandatanganan perjanjian.

"Perkiraan nilai investasi sebesar kurang lebih Rp4 triliun yang akan diawali dengan perencanaan melalui pendetilan di perencanaan kemudian proses perizinan dan juga proses pelelangan kontraktor selama kurang lebih selambat-lambatnya satu setengah tahun sejak tanggal penandatangan perjanjian," ujarnya.

Dengan tahapan tersebut, pembangunan fisik ditargetkan mulai pada pertengahan 2027 dan berlangsung secara bertahap hingga lima tahun ke depan.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari proses penjajakan yang telah dilakukan sejak tahun lalu. Ayedh Dejem Group sebelumnya telah mengunjungi langsung lokasi IKN serta menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 8 Mei 2025.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Jenderal Sigit Bentuk...
Jenderal Sigit Bentuk Polresta Baru Khusus di IKN, Dijabat AKBP Supriyanto
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Rekomendasi
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved