Sah! Paripurna DPR Tetapkan Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI
Selasa, 27 Januari 2026 - 13:18 WIB
loading...
Rapat Paripurna DPR RI ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 secara resmi mengesahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Rapat Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 secara resmi mengesahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pengesahan tersebut diambil setelah seluruh anggota dewan yang hadir menyetujui laporan hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dari Komisi XI DPR.
Penetapan itu mengakhiri proses seleksi panjang yang melibatkan tiga kandidat, di mana Thomas terpilih mengungguli dua kandidat dari jalur karier internal BI, yakni Solikin M. Juhro dan Dicky Kartikoyono, dalam proses uji kelayakan di Komisi XI.
"Dia menjelaskan bagaimana membangun sinergi moneter dan fiskal sehingga beri penguatan pertumbuhan ekonomi serta membangun agility dalam pengambilan keputusan," ujar Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun di Kompleks Gedung DPR, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Misbakhun Klaim Rupiah Menguat Gegara Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
DPR menilai visi kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter yang disampaikan Thomas menjadi faktor penentu utama, sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Thomas yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan juga telah memenuhi syarat independensi bank sentral, dengan menyatakan mundur dari struktur Partai Gerindra sejak Maret 2025 dan resmi keluar dari keanggotaan partai pada 31 Desember 2025.
Thomas lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 dan berasal dari keluarga dengan rekam jejak panjang di sektor keuangan. Ia merupakan putra mantan Gubernur BI Soedradjad Djiwandono serta memiliki garis keluarga dengan pendiri Bank BNI, R.M. Margono Djojohadikusumo.
Baca Juga: Thomas Djiwandono Resmi Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Setelah disahkan dalam rapat paripurna, Thomas dijadwalkan segera menjalani prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung. Ia akan mengemban tugas sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada pertengahan Januari 2026, sekaligus memperkuat jajaran pimpinan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.
Penetapan itu mengakhiri proses seleksi panjang yang melibatkan tiga kandidat, di mana Thomas terpilih mengungguli dua kandidat dari jalur karier internal BI, yakni Solikin M. Juhro dan Dicky Kartikoyono, dalam proses uji kelayakan di Komisi XI.
"Dia menjelaskan bagaimana membangun sinergi moneter dan fiskal sehingga beri penguatan pertumbuhan ekonomi serta membangun agility dalam pengambilan keputusan," ujar Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun di Kompleks Gedung DPR, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Misbakhun Klaim Rupiah Menguat Gegara Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
DPR menilai visi kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter yang disampaikan Thomas menjadi faktor penentu utama, sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Thomas yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan juga telah memenuhi syarat independensi bank sentral, dengan menyatakan mundur dari struktur Partai Gerindra sejak Maret 2025 dan resmi keluar dari keanggotaan partai pada 31 Desember 2025.
Thomas lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 dan berasal dari keluarga dengan rekam jejak panjang di sektor keuangan. Ia merupakan putra mantan Gubernur BI Soedradjad Djiwandono serta memiliki garis keluarga dengan pendiri Bank BNI, R.M. Margono Djojohadikusumo.
Baca Juga: Thomas Djiwandono Resmi Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
Setelah disahkan dalam rapat paripurna, Thomas dijadwalkan segera menjalani prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung. Ia akan mengemban tugas sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada pertengahan Januari 2026, sekaligus memperkuat jajaran pimpinan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.
(nng)
Lihat Juga :