Rupiah Perkasa di Posisi Rp16.768/USD, Berikut Sentimennya

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:22 WIB
loading...
Rupiah Perkasa di Posisi...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (27/1/2026), naik 14 poin atau sekitar 0,08%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (27/1/2026), naik 14 poin atau sekitar 0,08% ke level Rp16.768 per dolar AS. Pengamat pasar uang , Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu pasar berfokus terhadap pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, yang dijadwalkan berakhir pada hari Rabu.

Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemotongan berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya. Baca Juga: Thomas Djiwandono Jalani Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, Rupiah Tersenyum

“Perselisihan Presiden AS Donald Trump dengan Ketua Fed Jerome Powell, yang telah menimbulkan kekhawatiran tentang independensi Fed dari campur tangan politik, juga akan menjadi sorotan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.



Sebelumnya kekhawatiran akan penutupan pemerintahan AS kembali muncul setelah anggota Senat dari partai Demokrat berjanji untuk memblokir RUU pendanaan besar menyusul penembakan yang terjadi di Minneapolis baru-baru ini. Para anggota parlemen AS menghadapi tenggat waktu pada 30 Januari untuk menghindari Shutdown.

Pasar prediksi Polymarket menunjukkan peluang penutupan melonjak tajam dari sekitar 8 persen pada hari Jumat menjadi hampir 78 persen pada hari Senin. Baca Juga: Rupiah Balik Pukul Dolar AS, Hari Ini Sentuh Rp16.782

Selain itu penarikan kembali ancaman tarif perdagangan terhadap banyak negara di Eropa oleh presiden AS pekan lalu setelah AS menguasai Greenland, dan dengan demikian memperoleh pengaruh strategis di Arktik.

Kemudian, Trump mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan terhadap beberapa sekutu AS, terutama embargo perdagangan efektif terhadap Kanada. Presiden menolak potensi perdagangan antara Kanada dan Tiongkok, dan mengancam akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap Ottawa.

Pada Senin malam, Trump juga mengatakan akan menaikkan tarif perdagangan terhadap barang-barang Korea Selatan menjadi 25%, dengan alasan Seoul menunda pemberlakuan kesepakatan perdagangan baru-baru ini. Pasar tetap waspada terhadap langkah-langkah lebih lanjut dari Trump. Ketegangan geopolitik yang meningkat di Iran dan Timur Tengah, seiring kedatangan kapal-kapal AS di wilayah tersebut, juga membuat pasar tetap waspada.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Fenomena Krisis Merayap...
Fenomena Krisis Merayap dan Kelas Menengah Indonesia
Rekomendasi
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved