Kolaborasi Tanpa Batas: Menghubungkan Vendor Papan Atas dengan Pengambil Keputusan di IOITE
Selasa, 27 Januari 2026 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Melalui IOITE, exhibitor tidak hanya dapat membaca arah pasar, tetapi juga memvalidasi solusi mereka secara langsung, mengembangkan model bisnis, dan membangun kolaborasi lintas segmen dalam satu platform yang terintegrasi.
Adapun Transformasi dari IOE menjadi IOITE bukan sekadar perubahan nama, tapi cerminan bagaimana perusahaan merespons perkembangan nyata di lapangan.
“IOITE 2026 dirancang sebagai simpul strategis antara pelaku industri dan permintaan pasar yang makin selektif.
Lebih dari itu, kami ingin IOITE menjadi ruang untuk memperkuat posisi brand, membangun relevansi, dan membuka akses terhadap peluang kolaborasi lintas sektor," ujar Andita Tirtawisata, Direktur Panorama Media.
Setelah pandemi, perusahaan-perusahaan di berbagai sektor mulai memprioritaskan strategi retensi karyawan dan kesejahteraan tim melalui program berbasis pengalaman.
Laporan dari Deloitte dan Harvard Business Review menyoroti peningkatan alokasi anggaran untuk employee engagement yang bersifat non-finansial, seperti program kebersamaan, experiential travel, dan aktivitas yang memperkuat budaya kerja.
Di saat yang sama, data dari Google dan Expedia menunjukkan adanya lonjakan minat terhadap leisure group travel dan curated experiences, baik untuk kebutuhan komunitas maupun insentif perusahaan.
Konsumen dan korporasi kini tidak hanya mencari vendor atau destinasi, tetapi mitra strategis yang memahami konteks dan mampu memberikan pengalaman yang berdampak.
Adapun Transformasi dari IOE menjadi IOITE bukan sekadar perubahan nama, tapi cerminan bagaimana perusahaan merespons perkembangan nyata di lapangan.
“IOITE 2026 dirancang sebagai simpul strategis antara pelaku industri dan permintaan pasar yang makin selektif.
Lebih dari itu, kami ingin IOITE menjadi ruang untuk memperkuat posisi brand, membangun relevansi, dan membuka akses terhadap peluang kolaborasi lintas sektor," ujar Andita Tirtawisata, Direktur Panorama Media.
Setelah pandemi, perusahaan-perusahaan di berbagai sektor mulai memprioritaskan strategi retensi karyawan dan kesejahteraan tim melalui program berbasis pengalaman.
Laporan dari Deloitte dan Harvard Business Review menyoroti peningkatan alokasi anggaran untuk employee engagement yang bersifat non-finansial, seperti program kebersamaan, experiential travel, dan aktivitas yang memperkuat budaya kerja.
Di saat yang sama, data dari Google dan Expedia menunjukkan adanya lonjakan minat terhadap leisure group travel dan curated experiences, baik untuk kebutuhan komunitas maupun insentif perusahaan.
Konsumen dan korporasi kini tidak hanya mencari vendor atau destinasi, tetapi mitra strategis yang memahami konteks dan mampu memberikan pengalaman yang berdampak.
Lihat Juga :