Kondisi Pasar Kurang Kondusif, Victoria Care Indonesia (VICI) Tunda Rencana Pembangunan Pabrik Baru

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:26 WIB
loading...
Kondisi Pasar Kurang...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
Kinerja PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) pada tahun 2025 diperkirakan belum mampu memenuhi target yang telah ditetapkan oleh manajemen Perseroan untuk dapat bertumbuh double digit, di mana pertumbuhan penjualan Perseroan tahun 2025 diperkirakan mengalami stagnasi dibandingkan tahun sebelumnya. Indikasi tersebut diperkirakan akan berdampak kepada kinerja Perseroan secara keseluruhan di tahun 2025. Saat ini laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025 masih dalam proses diaudit oleh Kantor Akuntan Publik.

Kondisi perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja Perseroan tersebut. Selain itu, meningkatnya tantangan dan kompetisi pasar serta tekanan beban operasional diperkirakan turut memberikan dampak dan tantangan terhadap kinerja Perseroan tahun 2025.

Melalui evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan berbagai faktor tersebut, Perseroan memutuskan untuk menunda rencana pembangunan perluasan pabrik. Keputusan ini merupakan bagian dari langkah strategis manajemen yang diambil dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan usaha, serta sebagai upaya untuk memperkuat struktur bisnis jangka panjang di tengah kondisi pasar yang kurang kondusif.

“Dalam kondisi perekonomian dan pasar yang masih penuh dengan tantangan dan kurang kondusif, Perseroan memutuskan untuk menunda rencana ekspansi pabrik sebagai langkah mitigasi risiko. Fokus Perseroan saat ini adalah menjaga stabilitas usaha, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat struktur bisnis untuk menghadapi dinamika pasar,” ujar Sumardi Widjaja, Direktur Utama Perseroan.

Manajemen akan terus memantau perkembangan kondisi pasar dan melakukan peninjauan kembali atas rencana ekspansi secara berkala dengan memperhatikan dinamika dan prospek pasar ke depan.

Lebih lanjut, Perseroan memperkirakan bahwa kinerja Perseroan di tahun 2026 masih akan dihadapkan pada berbagai tantangan, oleh karenanya, Perseroan akan menjalankan usaha dengan pendekatan yang penuh kehati-hatian serta tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika pasar yang berlanjut.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Pasar Ekspor...
Perkuat Pasar Ekspor dan Kanal Digital, MBTO Tatap Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
KCIC Pasang Target Penumpang...
KCIC Pasang Target Penumpang Whoosh 30.000 per Hari di 2028
BytePlus Dorong Efektivitas...
BytePlus Dorong Efektivitas Adopsi AI untuk Pertumbuhan Bisnis
Kolaborasi Tanpa Batas:...
Kolaborasi Tanpa Batas: Menghubungkan Vendor Papan Atas dengan Pengambil Keputusan di IOITE
Menjaga Pertumbuhan...
Menjaga Pertumbuhan Bisnis Es Krim lewat Hubungan Solid Produsen dan Distributor
Komisi II Raker dengan...
Komisi II Raker dengan Perumda PPJ, Bahas Rencana Bisnis dan Target 2026
Elitery Merambah Malaysia,...
Elitery Merambah Malaysia, Gandeng Mitra Lokal untuk Perkuat Jejak Digital Regional
Incar Pasar Lokal hingga...
Incar Pasar Lokal hingga Asia Pasifik, ELIT Siapkan Strategi Pertumbuhan 2025
Rekomendasi
Pinkan Mambo dan Arya...
Pinkan Mambo dan Arya Khan Bikin Geger dengan Resepsi Pernikahan Super Mewah di Mal
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Berita Terkini
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Glenny H Kairupan, Dirut Baru Garuda Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved