Panen Raya Padi di Telang, Wamen Viva Yoga: Kawasan Transmigrasi Berkontribusi Menjadi Lumbung Pangan
Rabu, 28 Januari 2026 - 11:54 WIB
loading...
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Kamis (22/1/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
BANYUASIN - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan kawasan transmigrasi memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui kontribusi signifikan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sebagai sentra produksi padi nasional.
“Saya ucapkan selamat kepada Kabupaten Banyuasin yang telah meraih Satya Lencana Wirakarya Pembangunan Pertanian Tahun 2026 yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat Panen Raya di Karawang. Ini suatu prestasi yang luar biasa,” ujar Viva Yoga saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: Gelar Festival Nanas, Wamen Viva Yoga Dorong Jadi Komoditas Unggulan dari Kawasan Transmigrasi
Panen raya yang digelar di Kawasan Transmigrasi Telang tersebut turut dihadiri Bupati Banyuasin Askolani serta Komandan Kodim 0430/Banyuasin Letkol Inf. Handoyo Yudi Prasetyo. Kecamatan Muara Telang dipilih sebagai lokasi panen raya karena merupakan produsen beras terbesar di Kabupaten Banyuasin.
Pada 2025, Banyuasin mampu memproduksi gabah kering sebanyak 1,2 juta ton dari total lahan sawah seluas 189.000 hektare. Sekitar 70 persen lahan pertanian tersebut berada di kawasan transmigrasi. Di Muara Telang sendiri terdapat sawah seluas 22.000 hingga 26.000 hektare, sementara di Desa Telang Rejo mencapai 1.600 hektare dengan produktivitas 7–8 ton per hektare dan panen dua hingga tiga kali setahun.
Viva Yoga menilai capaian tersebut mencerminkan perubahan besar dalam pembangunan daerah. Dengan kerja keras dan konsolidasi yang kuat antara pemerintah daerah dan aparat terkait, Banyuasin kini sejajar dengan daerah lumbung padi nasional lainnya seperti Indramayu, Jawa Barat.
Baca Juga: Gelar Festival Nanas, Wamen Viva Yoga Dorong Jadi Komoditas Unggulan dari Kawasan Transmigrasi
Menurut dia, mempertahankan status sebagai lumbung pangan nasional membutuhkan komitmen berkelanjutan. Kehadirannya di Telang, kata Viva Yoga, merupakan bagian dari upaya memastikan kawasan transmigrasi tetap menjadi sentra tanaman pangan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.
Ia menuturkan, pembangunan kawasan transmigrasi seperti Telang tidak lepas dari kerja keras dan ketelatenan para transmigran yang sejak awal harus mengolah lahan rawa dan hutan belantara. Kegigihan tersebut, didukung kebijakan reforma agraria yang memberikan lahan satu hingga dua hektare per keluarga, telah mengubah kawasan terpencil menjadi pusat produksi pangan.
Baca Juga: Sambut Investasi China, Wamen Viva Yoga Dukung Industrialisasi Bambu di Kawasan Transmigrasi
Perubahan kesejahteraan itu dirasakan Sukarman, generasi kedua transmigran di Telang. Ayahnya bersama 79 kepala keluarga lainnya datang sebagai transmigran pada 1979 dan menerima lahan dua hektare. “Dulu ini hutan belantara, sekarang alhamdulillah hidup kami sejahtera,” ujarnya. Dalam kunjungan tersebut, Viva Yoga juga menyerahkan bantuan sebesar Rp100 juta yang diperuntukkan bagi pengembangan kelembagaan koperasi desa produsen di kawasan transmigrasi Telang.
“Saya ucapkan selamat kepada Kabupaten Banyuasin yang telah meraih Satya Lencana Wirakarya Pembangunan Pertanian Tahun 2026 yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat Panen Raya di Karawang. Ini suatu prestasi yang luar biasa,” ujar Viva Yoga saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: Gelar Festival Nanas, Wamen Viva Yoga Dorong Jadi Komoditas Unggulan dari Kawasan Transmigrasi
Panen raya yang digelar di Kawasan Transmigrasi Telang tersebut turut dihadiri Bupati Banyuasin Askolani serta Komandan Kodim 0430/Banyuasin Letkol Inf. Handoyo Yudi Prasetyo. Kecamatan Muara Telang dipilih sebagai lokasi panen raya karena merupakan produsen beras terbesar di Kabupaten Banyuasin.
Pada 2025, Banyuasin mampu memproduksi gabah kering sebanyak 1,2 juta ton dari total lahan sawah seluas 189.000 hektare. Sekitar 70 persen lahan pertanian tersebut berada di kawasan transmigrasi. Di Muara Telang sendiri terdapat sawah seluas 22.000 hingga 26.000 hektare, sementara di Desa Telang Rejo mencapai 1.600 hektare dengan produktivitas 7–8 ton per hektare dan panen dua hingga tiga kali setahun.
Viva Yoga menilai capaian tersebut mencerminkan perubahan besar dalam pembangunan daerah. Dengan kerja keras dan konsolidasi yang kuat antara pemerintah daerah dan aparat terkait, Banyuasin kini sejajar dengan daerah lumbung padi nasional lainnya seperti Indramayu, Jawa Barat.
Baca Juga: Gelar Festival Nanas, Wamen Viva Yoga Dorong Jadi Komoditas Unggulan dari Kawasan Transmigrasi
Menurut dia, mempertahankan status sebagai lumbung pangan nasional membutuhkan komitmen berkelanjutan. Kehadirannya di Telang, kata Viva Yoga, merupakan bagian dari upaya memastikan kawasan transmigrasi tetap menjadi sentra tanaman pangan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.
Ia menuturkan, pembangunan kawasan transmigrasi seperti Telang tidak lepas dari kerja keras dan ketelatenan para transmigran yang sejak awal harus mengolah lahan rawa dan hutan belantara. Kegigihan tersebut, didukung kebijakan reforma agraria yang memberikan lahan satu hingga dua hektare per keluarga, telah mengubah kawasan terpencil menjadi pusat produksi pangan.
Baca Juga: Sambut Investasi China, Wamen Viva Yoga Dukung Industrialisasi Bambu di Kawasan Transmigrasi
Perubahan kesejahteraan itu dirasakan Sukarman, generasi kedua transmigran di Telang. Ayahnya bersama 79 kepala keluarga lainnya datang sebagai transmigran pada 1979 dan menerima lahan dua hektare. “Dulu ini hutan belantara, sekarang alhamdulillah hidup kami sejahtera,” ujarnya. Dalam kunjungan tersebut, Viva Yoga juga menyerahkan bantuan sebesar Rp100 juta yang diperuntukkan bagi pengembangan kelembagaan koperasi desa produsen di kawasan transmigrasi Telang.
(nng)
Lihat Juga :