Ceruk Ekspor Baru dari Kawasan Transmigrasi Tembus Rp4,8 Triliun ke China
Rabu, 15 April 2026 - 15:54 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono dalam jumpa pers di kantor Kementerian Transmigrasi, Rabu (15/4/2026). FOTO/Rohman Wibowo
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan kawasan transmigrasi sebagai ceruk baru penopang perekonomian nasional. Potensi ekonomi lokal yang berbasis komoditas sumber daya alam digadang-gadang dapat mengerek kinerja ekspor.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan soal minat China akan durian asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ke depan, Indonesia bakal mengekspor durian dengan nilai ekonomi yang prospektif.
"Ada kawasan (transmigrasi) yang punya potensi untuk pertanian, komoditas perkebunan, yang bukan hanya punya potensi di tingkat lokal, bahkan menjadi komoditas ekspor unggulan. Ekspor durian yang dalam kurun waktu 3 bulan bernilai Rp400 miliar, dan artinya dalam satu tahun bisa lebih dari Rp1 triliun diekspor ke Tiongkok," ujar AHY dalam jumpa pers di kantor Kementerian Transmigrasi, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Kementerian P2MI Dukung Kementrans Kirim Masyarakat Transmigrasi Bekerja ke Jepang
AHY menitikberatkan kawasan transmigrasi bukan sekadar kebijakan yang mengatur distribusi perpindahan penduduk, tapi turut mendistribusikan nilai ekonomi. Sehingga, Kementerian Transmigrasi diarahkan untuk merevitalisasi kawasan yang diisi oleh transmigran agar berdaya secara ekonomi.
Menurutnya, pemberdayaan manusia juga menjadi sasaran program transmigrasi. AHY mengatakan sudah banyak mendidik para transmigran supaya mampu berdikari secara ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan soal minat China akan durian asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ke depan, Indonesia bakal mengekspor durian dengan nilai ekonomi yang prospektif.
"Ada kawasan (transmigrasi) yang punya potensi untuk pertanian, komoditas perkebunan, yang bukan hanya punya potensi di tingkat lokal, bahkan menjadi komoditas ekspor unggulan. Ekspor durian yang dalam kurun waktu 3 bulan bernilai Rp400 miliar, dan artinya dalam satu tahun bisa lebih dari Rp1 triliun diekspor ke Tiongkok," ujar AHY dalam jumpa pers di kantor Kementerian Transmigrasi, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Kementerian P2MI Dukung Kementrans Kirim Masyarakat Transmigrasi Bekerja ke Jepang
AHY menitikberatkan kawasan transmigrasi bukan sekadar kebijakan yang mengatur distribusi perpindahan penduduk, tapi turut mendistribusikan nilai ekonomi. Sehingga, Kementerian Transmigrasi diarahkan untuk merevitalisasi kawasan yang diisi oleh transmigran agar berdaya secara ekonomi.
Menurutnya, pemberdayaan manusia juga menjadi sasaran program transmigrasi. AHY mengatakan sudah banyak mendidik para transmigran supaya mampu berdikari secara ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal.
Lihat Juga :