Kementrans Salurkan Bantuan Warga Kawasan Transmigrasi Terdampak Bencana di Aceh
Rabu, 28 Januari 2026 - 13:42 WIB
loading...
Kementrans menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi yang terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi yang terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Provinsi Aceh.
“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Kementerian Transmigrasi terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana di Aceh. Semoga masyarakat di kawasan transmigrasi tetap semangat dan dapat segera kembali beraktivitas seperti semula,” ujar Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) M. Sigit Mustofa Nurudin dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Panen Raya Padi di Telang, Wamen Viva Yoga: Kawasan Transmigrasi Berkontribusi Menjadi Lumbung Pangan
Sebanyak 17 paket bantuan disalurkan untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak. Setiap paket berisi tenda darurat, peralatan dapur umum, serta perlengkapan kebersihan yang diperuntukkan bagi operasional dapur umum di titik-titik permukiman terdampak bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui pemerintah daerah setempat, masing-masing 13 paket disalurkan melalui Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara, serta empat paket melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bener Meriah.
Dirjen Sigit menjelaskan, hingga kini kondisi masyarakat di sejumlah kawasan transmigrasi di Aceh masih berada dalam tahap pemulihan. Di beberapa lokasi, warga belum dapat beraktivitas secara normal akibat kerusakan permukiman serta keterbatasan sarana kebutuhan dasar.
Di Kabupaten Aceh Utara, khususnya di kawasan Cot Girek dan sekitarnya, banyak keluarga masih membutuhkan tempat berteduh sementara serta fasilitas memasak untuk memenuhi kebutuhan pangan harian. Aktivitas ekonomi warga pun terhenti karena sebagian permukiman belum sepenuhnya aman untuk dihuni.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Bener Meriah, terutama di kawasan Pintu Rime Gayo dan Samar Kilang, di mana warga terdampak masih sangat bergantung pada bantuan logistik dan keberadaan dapur umum.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Aceh per 23 Januari 2026, tercatat sekitar 5.700 kepala keluarga atau 9.453 jiwa terdampak bencana di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi yang tersebar di sembilan kabupaten.
Baca Juga: Gandeng Krisna Bali, Wamen Viva Yoga Buka Jalan UMKM Mesuji Tembus Pasar Ritel
Kementerian Transmigrasi, lanjut Sigit, terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta memantau dan memperbarui data pascabencana banjir dan longsor, termasuk di enam kawasan transmigrasi dengan total 94 eks lokasi transmigrasi yang terdampak.
Sebelumnya, pada Desember 2025, Kementerian Transmigrasi juga telah menyalurkan bantuan tahap kedua berupa sembako, obat-obatan, dan perlengkapan dapur umum melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari penanganan darurat.
Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat transmigrasi yang terdampak bencana serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna mendukung pemulihan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Kementerian Transmigrasi terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana di Aceh. Semoga masyarakat di kawasan transmigrasi tetap semangat dan dapat segera kembali beraktivitas seperti semula,” ujar Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) M. Sigit Mustofa Nurudin dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Panen Raya Padi di Telang, Wamen Viva Yoga: Kawasan Transmigrasi Berkontribusi Menjadi Lumbung Pangan
Sebanyak 17 paket bantuan disalurkan untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak. Setiap paket berisi tenda darurat, peralatan dapur umum, serta perlengkapan kebersihan yang diperuntukkan bagi operasional dapur umum di titik-titik permukiman terdampak bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui pemerintah daerah setempat, masing-masing 13 paket disalurkan melalui Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara, serta empat paket melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bener Meriah.
Dirjen Sigit menjelaskan, hingga kini kondisi masyarakat di sejumlah kawasan transmigrasi di Aceh masih berada dalam tahap pemulihan. Di beberapa lokasi, warga belum dapat beraktivitas secara normal akibat kerusakan permukiman serta keterbatasan sarana kebutuhan dasar.
Di Kabupaten Aceh Utara, khususnya di kawasan Cot Girek dan sekitarnya, banyak keluarga masih membutuhkan tempat berteduh sementara serta fasilitas memasak untuk memenuhi kebutuhan pangan harian. Aktivitas ekonomi warga pun terhenti karena sebagian permukiman belum sepenuhnya aman untuk dihuni.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Bener Meriah, terutama di kawasan Pintu Rime Gayo dan Samar Kilang, di mana warga terdampak masih sangat bergantung pada bantuan logistik dan keberadaan dapur umum.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Aceh per 23 Januari 2026, tercatat sekitar 5.700 kepala keluarga atau 9.453 jiwa terdampak bencana di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi yang tersebar di sembilan kabupaten.
Baca Juga: Gandeng Krisna Bali, Wamen Viva Yoga Buka Jalan UMKM Mesuji Tembus Pasar Ritel
Kementerian Transmigrasi, lanjut Sigit, terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta memantau dan memperbarui data pascabencana banjir dan longsor, termasuk di enam kawasan transmigrasi dengan total 94 eks lokasi transmigrasi yang terdampak.
Sebelumnya, pada Desember 2025, Kementerian Transmigrasi juga telah menyalurkan bantuan tahap kedua berupa sembako, obat-obatan, dan perlengkapan dapur umum melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari penanganan darurat.
Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat transmigrasi yang terdampak bencana serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna mendukung pemulihan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :