GoTeach DHL Dorong 230 Remaja Masuk Program Generasi Muda Siap Kerja
Kamis, 29 Januari 2026 - 16:33 WIB
loading...
Program GoTeach DHL di Indonesia mencatatkan capaian signifikan sepanjang 2025 dengan menjangkau lebih dari 230 anak muda di sembilan wilayah, mulai dari Aceh hingga Flores. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Program GoTeach DHL di Indonesia mencatatkan capaian signifikan sepanjang 2025 dengan menjangkau lebih dari 230 anak muda di sembilan wilayah, mulai dari Aceh hingga Flores. Capaian ini menjadi yang terluas sejak program tersebut pertama kali dijalankan di Indonesia 11 tahun lalu.
Sebanyak lebih dari 40 relawan dari tiga divisi DHL - DHL Express , DHL Global Forwarding, dan DHL Supply Chain- terlibat aktif dalam program ini dengan menyumbangkan lebih dari 2.000 jam kerelawanan. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui kegiatan mentoring, pelatihan keterampilan, lokakarya, serta bimbingan perencanaan karier bagi peserta berusia 15 hingga 24 tahun.
Senior Technical Advisor Indonesia DHL Express, Ahmad Mohamad, menyatakan bahwa keberlanjutan GoTeach selama lebih dari satu dekade membuktikan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Baca Juga: Perkuat Bisnis di Indonesia, DHL Fokus Investasi pada SDM dan Fasilitas Baru
“Ketika dunia usaha, komunitas, dan organisasi sosial bergerak bersama, akses pembelajaran yang lebih setara dapat diwujudkan. Program ini mencerminkan komitmen jangka panjang DHL dalam mendukung pengembangan talenta muda ,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (27/1).
GoTeach merupakan program global DHL yang diluncurkan pada 2010 dengan tujuan meningkatkan peluang kerja bagi generasi muda, khususnya mereka yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi kurang beruntung. Program ini menjadi bagian dari komitmen DHL Group melalui tujuan “Connecting people, improving lives”.
Di Indonesia, GoTeach dijalankan sejak 2014 melalui kemitraan dengan SOS Children’s Villages. Program ini difokuskan pada pendampingan anak muda dalam mempersiapkan transisi menuju dunia kerja melalui penguatan keterampilan personal, literasi digital, serta pemahaman terhadap sektor-sektor dengan potensi pertumbuhan tinggi.
Sepanjang 2025, DHL menggandeng berbagai mitra dan perusahaan lokal, seperti Berkat Lentera Kecil, Dibimbing.com, Merck, Yayasan Berani Bermimpi, serta para profesional di bidang kesehatan mental dan perencanaan keuangan. Kolaborasi tersebut menghasilkan kurikulum komprehensif yang disampaikan melalui delapan sesi virtual terstruktur, sehingga peserta dari berbagai daerah tetap memperoleh materi pembelajaran yang setara.
Program ini juga dilengkapi dengan kegiatan mentoring intensif serta peluncuran perpustakaan pembelajaran daring. Melalui platform tersebut, peserta dapat mengakses ulang materi pelatihan, mempelajari modul tambahan, dan mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan masing-masing dengan fleksibilitas waktu belajar.
President Director DHL Global Forwarding Indonesia, Nicholas Bongsosartono yang menekankan peran kolaborasi dalam mengatasi tantangan akses pendidikan di berbagai wilayah. Baca Juga: Sandiaga Uno Dorong Anak Muda Ciptakan Lapangan Kerja
Sementara itu, Managing Director DHL Supply Chain Indonesia, Mauricio Almeida, menilai GoTeach berperan penting dalam mengasah keterampilan dasar yang dibutuhkan dunia kerja, seperti komunikasi, disiplin, dan pemecahan masalah.
Perwakilan SOS Children’s Villages Indonesia, Yunus Ismail menambahkan, bahwa GoTeach tidak hanya berfungsi sebagai program pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang aman bagi anak muda untuk mengenali potensi diri dan merencanakan masa depan mereka.
“Program sangat relevan di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional, mengingat tingkat pengangguran pada kelompok usia 15–24 tahun masih menjadi yang tertinggi secara nasional, yakni mencapai 16,16 persen,” tambahnya.
Kondisi tersebut menegaskan pentingnya intervensi berkelanjutan untuk memperkuat kesiapan kerja generasi muda.
Ke depan, GoTeach DHL berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program, memperdalam kolaborasi lintas sektor, serta mendukung terbentuknya ekosistem talenta muda Indonesia yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global.
Sebanyak lebih dari 40 relawan dari tiga divisi DHL - DHL Express , DHL Global Forwarding, dan DHL Supply Chain- terlibat aktif dalam program ini dengan menyumbangkan lebih dari 2.000 jam kerelawanan. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui kegiatan mentoring, pelatihan keterampilan, lokakarya, serta bimbingan perencanaan karier bagi peserta berusia 15 hingga 24 tahun.
Senior Technical Advisor Indonesia DHL Express, Ahmad Mohamad, menyatakan bahwa keberlanjutan GoTeach selama lebih dari satu dekade membuktikan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Baca Juga: Perkuat Bisnis di Indonesia, DHL Fokus Investasi pada SDM dan Fasilitas Baru
“Ketika dunia usaha, komunitas, dan organisasi sosial bergerak bersama, akses pembelajaran yang lebih setara dapat diwujudkan. Program ini mencerminkan komitmen jangka panjang DHL dalam mendukung pengembangan talenta muda ,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (27/1).
GoTeach merupakan program global DHL yang diluncurkan pada 2010 dengan tujuan meningkatkan peluang kerja bagi generasi muda, khususnya mereka yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi kurang beruntung. Program ini menjadi bagian dari komitmen DHL Group melalui tujuan “Connecting people, improving lives”.
Di Indonesia, GoTeach dijalankan sejak 2014 melalui kemitraan dengan SOS Children’s Villages. Program ini difokuskan pada pendampingan anak muda dalam mempersiapkan transisi menuju dunia kerja melalui penguatan keterampilan personal, literasi digital, serta pemahaman terhadap sektor-sektor dengan potensi pertumbuhan tinggi.
Sepanjang 2025, DHL menggandeng berbagai mitra dan perusahaan lokal, seperti Berkat Lentera Kecil, Dibimbing.com, Merck, Yayasan Berani Bermimpi, serta para profesional di bidang kesehatan mental dan perencanaan keuangan. Kolaborasi tersebut menghasilkan kurikulum komprehensif yang disampaikan melalui delapan sesi virtual terstruktur, sehingga peserta dari berbagai daerah tetap memperoleh materi pembelajaran yang setara.
Program ini juga dilengkapi dengan kegiatan mentoring intensif serta peluncuran perpustakaan pembelajaran daring. Melalui platform tersebut, peserta dapat mengakses ulang materi pelatihan, mempelajari modul tambahan, dan mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan masing-masing dengan fleksibilitas waktu belajar.
President Director DHL Global Forwarding Indonesia, Nicholas Bongsosartono yang menekankan peran kolaborasi dalam mengatasi tantangan akses pendidikan di berbagai wilayah. Baca Juga: Sandiaga Uno Dorong Anak Muda Ciptakan Lapangan Kerja
Sementara itu, Managing Director DHL Supply Chain Indonesia, Mauricio Almeida, menilai GoTeach berperan penting dalam mengasah keterampilan dasar yang dibutuhkan dunia kerja, seperti komunikasi, disiplin, dan pemecahan masalah.
Perwakilan SOS Children’s Villages Indonesia, Yunus Ismail menambahkan, bahwa GoTeach tidak hanya berfungsi sebagai program pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang aman bagi anak muda untuk mengenali potensi diri dan merencanakan masa depan mereka.
“Program sangat relevan di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional, mengingat tingkat pengangguran pada kelompok usia 15–24 tahun masih menjadi yang tertinggi secara nasional, yakni mencapai 16,16 persen,” tambahnya.
Kondisi tersebut menegaskan pentingnya intervensi berkelanjutan untuk memperkuat kesiapan kerja generasi muda.
Ke depan, GoTeach DHL berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program, memperdalam kolaborasi lintas sektor, serta mendukung terbentuknya ekosistem talenta muda Indonesia yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global.
(akr)
Lihat Juga :