Waswas Dolar AS Runtuh, BRICS Timbun Emas Bangun Sistem Keuangan Baru

Jum'at, 30 Januari 2026 - 07:54 WIB
loading...
A A A
Meski demikian, tantangan masih membayangi. Proyek BRICS Bridge dan interoperabilitas CBDC menghadapi hambatan teknis dan politik akibat perbedaan kepentingan ekonomi serta dinamika geopolitik antaranggota. Sejumlah analis memperkirakan sistem paralel tersebut baru akan beroperasi penuh pada 2028–2030.

"Saya tidak percaya kami memiliki kebijakan untuk menggantikan dolar. Stabilitas ekonomi global dipatok pada dolar sebagai mata uang cadangan, dan saat ini hal terakhir yang kami inginkan adalah stabilitas ekonomi yang lebih rendah," kata Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar.

Baca Juga: Ini 19 Pangkalan AS di Timur Tengah Target Empuk Rudal Iran

Di sisi lain, dolar AS masih menjadi mata uang dominan dalam transaksi global, dengan pangsa operasional valuta asing sekitar 89% pada awal 2025. Analis menilai pergeseran yang terjadi lebih tepat disebut sebagai proses de-dominasi, bukan penggantian total, seiring sistem keuangan global bergerak menuju tatanan yang lebih multipolar.

Cadangan Dolar AS Turun

Tekanan terhadap dolar AS juga tercermin pada data cadangan devisa global. Dana Moneter Internasional (IMF) mencatat porsi cadangan dolar AS di bank sentral dunia turun dari 58,2% pada 2024 menjadi 56,92% pada Januari 2026, atau menyusut 1,28% dalam dua tahun.

"Pada 2000, dolar menyumbang sekitar 70% cadangan devisa global, tetapi pada kuartal III 2025 porsinya turun menjadi 56,92% berdasarkan data IMF," kata Mamadou Kwidjim Toure, pendiri Ubuntu Tribe. "Dedolarisasi mungkin tidak terjadi dalam semalam," ujar Toure.

Namun dia menilai akumulasi emas dan penggunaan mata uang lokal oleh negara-negara BRICS menjadi sinyal kuat berkurangnya ketergantungan terhadap dolar AS di tengah meningkatnya peran emas dalam cadangan devisa global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Rekomendasi
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Rahasia Keluarga yang...
Rahasia Keluarga yang Bikin Baper, Ini Serunya microdrama My Sister's Secret di V+Short
Polri Harus Bongkar...
Polri Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Korporasi Dugaan Korupsi Batu Bara
Berita Terkini
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran untuk Penggunaan Harian
Buka Peluang Cuan Baru,...
Buka Peluang Cuan Baru, POJ dan TOP Kolaborasi Tambah Armada Ride-Hailing
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved