Waswas Dolar AS Runtuh, BRICS Timbun Emas Bangun Sistem Keuangan Baru

Jum'at, 30 Januari 2026 - 07:54 WIB
loading...
Waswas Dolar AS Runtuh,...
Kekhawatiran atas potensi runtuhnya dolar AS di kalangan negara-negara BRICS kian menguat. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Kekhawatiran atas potensi runtuhnya dolar Amerika Serikat (AS) di kalangan negara-negara BRICS kian menguat setelah mata uang Negeri Paman Sam itu merosot 1,3% pada 27 Januari 2026. Pelemahan tersebut menjadi yang terburuk dalam satu hari sejak April 2025 sekaligus menyentuh level terendah sejak Februari 2022.

Tekanan terhadap dolar AS semakin dalam setelah Presiden AS Donald Trump menepis kekhawatiran pasar atas melemahnya nilai tukar dolar. Pernyataan itu justru ditangkap pelaku pasar sebagai sinyal toleransi Washington terhadap pelemahan mata uangnya, sehingga memicu tekanan jual lanjutan.

"Saya pikir ini bagus. Maksud saya nilai dolar, lihat bisnis yang kami jalankan. Tidak, dolar baik-baik saja," kata Trump kepada wartawan dikutip dari Watcher Guru, Jumat (30/1/2026).

Situasi tersebut menjadi titik balik ketika negara-negara BRICS mempercepat pembangunan sistem keuangan alternatif agar dapat beroperasi lebih independen dari infrastruktur keuangan Barat. Inisiatif ini mencakup pengembangan mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) serta mekanisme perdagangan berbasis sumber daya dan mata uang lokal.

Baca Juga: IMF Panik, Dolar AS Terancam Kolaps

Dalam kerangka dedolarisasi, BRICS mulai membangun jalur pembayaran digital lintas negara yang tidak lagi bergantung pada dolar AS. Reserve Bank of India, misalnya, mengusulkan pengaitan CBDC antarnegara anggota seperti e-rupee dan yuan digital guna menciptakan sistem pembayaran langsung. Rusia juga telah mendemonstrasikan purwarupa BRICS Pay pada akhir 2024, dengan implementasi lebih luas direncanakan pada 2026–2027.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Hidup Sebatang Kara,...
Hidup Sebatang Kara, Mas Den Akhirnya Bongkar Alasan Datang ke Perang Dukun
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 19: Jaka Ternyata Sudah Kembali ke Sindang Barang
Prabowo Ingatkan Polri,...
Prabowo Ingatkan Polri, TNI hingga Jaksa: Sepatu, Bintang, dan Topimu dari Rakyat!
Berita Terkini
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran untuk Penggunaan Harian
Buka Peluang Cuan Baru,...
Buka Peluang Cuan Baru, POJ dan TOP Kolaborasi Tambah Armada Ride-Hailing
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved