Waswas Dolar AS Runtuh, BRICS Timbun Emas Bangun Sistem Keuangan Baru

Jum'at, 30 Januari 2026 - 07:54 WIB
loading...
A A A
Peralihan serupa terlihat dalam perdagangan bilateral. Rusia dan China telah mengalihkan sekitar 90% perdagangan mereka ke mata uang nasional pada akhir 2024. India pun melakukan transaksi minyak dengan Uni Emirat Arab dan Rusia menggunakan rupee. Sistem pesan keuangan alternatif seperti SPFS Rusia dan CIPS China kini menghubungkan lebih dari 130 lembaga keuangan di sekitar 100 negara, mengurangi ketergantungan pada sistem Barat.

"Kami tidak menolak, tidak memerangi dolar. Namun jika kami tidak diizinkan bekerja dengannya, apa yang bisa kami lakukan? Kami harus mencari alternatif lain, dan itu sedang terjadi," ujar Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah acara baru-baru ini.



Pengaruh BRICS atas sumber daya strategis global turut mempercepat pergeseran tersebut. Blok ini menguasai sekitar 72% unsur tanah jarang dunia yang krusial bagi industri teknologi, kendaraan listrik, dan pertahanan, serta mendominasi pasokan nikel, paladium, dan kobalt. Dominasi itu dimanfaatkan melalui bursa komoditas yang memungkinkan perdagangan langsung dalam mata uang lokal.

Penguatan dedolarisasi juga ditopang oleh akumulasi aset fisik. Bank sentral negara-negara BRICS membeli lebih dari 1.100 ton emas sepanjang 2025. Kepemilikan emas China diperkirakan mendekati 12.000 ton jika memperhitungkan cadangan yang tidak dilaporkan, sementara total cadangan emas BRICS kini melampaui Zona Euro.

Perubahan besar lainnya terjadi ketika Arab Saudi membiarkan perjanjian petrodolar berusia 50 tahun berakhir pada Juni 2024 tanpa perpanjangan. Sejumlah negara kini menerima pembayaran minyak dalam mata uang non-dolar, termasuk yuan, sementara BRICS mengeksplorasi perdagangan berbasis keranjang komoditas yang mencakup minyak, emas, dan mineral strategis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Rekomendasi
Prabowo Ingatkan Polri,...
Prabowo Ingatkan Polri, TNI hingga Jaksa: Sepatu, Bintang, dan Topimu dari Rakyat!
Polri Harus Bongkar...
Polri Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Korporasi Dugaan Korupsi Batu Bara
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Berita Terkini
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran untuk Penggunaan Harian
Buka Peluang Cuan Baru,...
Buka Peluang Cuan Baru, POJ dan TOP Kolaborasi Tambah Armada Ride-Hailing
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved