Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Danantara Siap Ambil Alih
Jum'at, 30 Januari 2026 - 16:40 WIB
loading...
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani buka suara menanggapi rencana pengambilalihan tambang emas Martabe di Sumatera Utara dari PT Agincourt Resources ke PT Perminas (Persero). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani buka suara menanggapi rencana pengambilalihan tambang emas Martabe di Sumatera Utara dari PT Agincourt Resources ke PT Perminas (Persero). Rosan menegaskan, hingga saat ini posisi Danantara masih menunggu keputusan dan belum berada pada tahap pengambilan alih pengelolaan tambang tersebut.
Meski demikian, Danantara menyatakan siap apabila nantinya ditugaskan oleh pemerintah. Sebelumnya izin pengelola tambang emas Martabe di bentang Ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara dicabut oleh pemerintas, imbas banjir bandang di Sumatera.
Baca Juga: Izin Tambang Emas Martabe Dicabut Prabowo, Begini Pengakuan Agincourt Resources
"Pokoknya kita sih menunggu aja ya. Kita menunggu saja Karena saat ini stage-nya bukan di kita nih. Kita masih menunggu saja. Tapi pada dasarnya, kita tuh selalu siap saja. Sekarang posisi kita pokoknya menunggu saja," katanya di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).
Rosan juga menjelaskan alasan mengapa pengelolaan tambang emas Martabe diarahkan ke BUMN baru yakni Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) bukan ke MIND ID, holding BUMN pertambangan yang membawahi sejumlah perusahaan tambang besar, termasuk PT Aneka Tambang (Antam).
Ia menyebut, MIND ID merupakan holding dengan portofolio usaha yang beragam di sektor mineral dan pertambangan, mulai dari batu bara hingga logam. Baca Juga: Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Ini Penjelasan Bahlil
"Kalau Mind ID kan normal holding company. Tapi kalau kita lihat satu-satu misalnya seperti kan di bawahnya itu ada Bukit Asam, itu batu bara, ada Inalum, ada Antam dan juga ada Freeport. Kan memang itu beda-beda kan ya industrinya ada yang di Antam, lebih banyak ada di nickel dan juga di emas," jelasnya.
Sementara itu kata Rosan, Perminas memiliki fokus yang lebih spesifik. "Kalau Perminas ini memang lebih diarahkan untuk rare earth atau tanah jarang. Jadi memang setiap company mempunyai spesialisasi yang berbeda-beda," imbuh Rosan.
Saat ditanya kembali apakah Danantara akan mengambil alih pengelolaan tambang emas Martabe, Rosan kembali menegaskan sikap perusahaan yang masih menunggu keputusan lebih lanjut. "Pada saat ini kita adalah posisi yang menunggu saja," tegas Rosan.
Meski demikian, Danantara menyatakan siap apabila nantinya ditugaskan oleh pemerintah. Sebelumnya izin pengelola tambang emas Martabe di bentang Ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara dicabut oleh pemerintas, imbas banjir bandang di Sumatera.
Baca Juga: Izin Tambang Emas Martabe Dicabut Prabowo, Begini Pengakuan Agincourt Resources
"Pokoknya kita sih menunggu aja ya. Kita menunggu saja Karena saat ini stage-nya bukan di kita nih. Kita masih menunggu saja. Tapi pada dasarnya, kita tuh selalu siap saja. Sekarang posisi kita pokoknya menunggu saja," katanya di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).
Rosan juga menjelaskan alasan mengapa pengelolaan tambang emas Martabe diarahkan ke BUMN baru yakni Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) bukan ke MIND ID, holding BUMN pertambangan yang membawahi sejumlah perusahaan tambang besar, termasuk PT Aneka Tambang (Antam).
Ia menyebut, MIND ID merupakan holding dengan portofolio usaha yang beragam di sektor mineral dan pertambangan, mulai dari batu bara hingga logam. Baca Juga: Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Ini Penjelasan Bahlil
"Kalau Mind ID kan normal holding company. Tapi kalau kita lihat satu-satu misalnya seperti kan di bawahnya itu ada Bukit Asam, itu batu bara, ada Inalum, ada Antam dan juga ada Freeport. Kan memang itu beda-beda kan ya industrinya ada yang di Antam, lebih banyak ada di nickel dan juga di emas," jelasnya.
Sementara itu kata Rosan, Perminas memiliki fokus yang lebih spesifik. "Kalau Perminas ini memang lebih diarahkan untuk rare earth atau tanah jarang. Jadi memang setiap company mempunyai spesialisasi yang berbeda-beda," imbuh Rosan.
Saat ditanya kembali apakah Danantara akan mengambil alih pengelolaan tambang emas Martabe, Rosan kembali menegaskan sikap perusahaan yang masih menunggu keputusan lebih lanjut. "Pada saat ini kita adalah posisi yang menunggu saja," tegas Rosan.
(akr)
Lihat Juga :