4 Langkah Tarik Investasi Asing ke Nusantara
Kamis, 17 September 2020 - 07:58 WIB
loading...
Menko Airlangga Hartarto mengatakan, empat kebijakan tersebut diharapkan bisa membuat investasi Indonesia bisa lebih menarik dalam masa pandemi Virus Corona saat ini. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan empat kebijakan penting untuk mendorong daya saing investasi Indonesia. Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, empat kebijakan tersebut diharapkan bisa membuat investasi Indonesia bisa lebih menarik dalam masa pandemi Virus Corona saat ini.
"Untuk mengatasi tantangan eksternal dan internal, pemerintah menyadari pentingnya peningkatan iklim investasi dan daya saing Indonesia. Untuk itu pemerintah tengah mempersiapkan berbagai kebijakan," ujar Airlangga, Jakarta.
(Baca Juga: Investasi di Indonesia Berjoget Lebih Baik dari Negara Shahrukh Khan )
Dia mengatakan, langkah pertama yakni, segera menyelesaikan pembahasan RUU Cipta Kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal yang disasar adalah penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi pencari kerja, dan kesejahteraan pekerja sekaligus peningkatan produktivitas kerja serta peningkatan investasi.
" Transformasi ekonomi ini pun diharapkan mampu melahirkan peluang baru agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara pendapatan menengah dan mencapai pendapatan indonesia maju di 2045 sebagai 5 besar ekonomi terkuat di dunia," jelas.
Kata dia, kedua berkenaan menyusun daftar prioritas investasi dimana tentu penyusunan ini tidak hanya dengan pendekatan picking the winners, tapi juga mencakup bidang-bidang usaha yang akan diberikan fasilitas baik perpajakan, maupun non perpajakan.
"Dengan kriteria antara lain industri yang berorientasi ekspor, substitusi impor, padat karya, padat modal hightech dan berbasis digital. Diharapkan dengan daftar prioritas investasi ini, dapat menarik investasi yang bukan hanya besar, juga berkualitas dan mampu menciptakan lapangan kerja," jelasnya.
"Untuk mengatasi tantangan eksternal dan internal, pemerintah menyadari pentingnya peningkatan iklim investasi dan daya saing Indonesia. Untuk itu pemerintah tengah mempersiapkan berbagai kebijakan," ujar Airlangga, Jakarta.
(Baca Juga: Investasi di Indonesia Berjoget Lebih Baik dari Negara Shahrukh Khan )
Dia mengatakan, langkah pertama yakni, segera menyelesaikan pembahasan RUU Cipta Kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal yang disasar adalah penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi pencari kerja, dan kesejahteraan pekerja sekaligus peningkatan produktivitas kerja serta peningkatan investasi.
" Transformasi ekonomi ini pun diharapkan mampu melahirkan peluang baru agar Indonesia bisa keluar dari jebakan negara pendapatan menengah dan mencapai pendapatan indonesia maju di 2045 sebagai 5 besar ekonomi terkuat di dunia," jelas.
Kata dia, kedua berkenaan menyusun daftar prioritas investasi dimana tentu penyusunan ini tidak hanya dengan pendekatan picking the winners, tapi juga mencakup bidang-bidang usaha yang akan diberikan fasilitas baik perpajakan, maupun non perpajakan.
"Dengan kriteria antara lain industri yang berorientasi ekspor, substitusi impor, padat karya, padat modal hightech dan berbasis digital. Diharapkan dengan daftar prioritas investasi ini, dapat menarik investasi yang bukan hanya besar, juga berkualitas dan mampu menciptakan lapangan kerja," jelasnya.
Lihat Juga :