Analis Ramal IHSG Suspend Lagi Pasca Goldman Sach Turunkan Rating Saham Indonesia
Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Ibrahim menyebut sentimen ini akan membuat dana asing yang ditempatkan di pasar saham RI akan kembali ditarik oleh para investor. Sehingga proyeksinya, koreksi terhadap IHSG kembali berlanjut pada pekan depan.
"Sama seperti MSCI, tinggal tunggu JP Morgan saja. Diperkirakan investor asing akan lakukan aksi jual," tambahnya.
Baca Juga: Penyegaran Otoritas Pasar Modal di Tengah Badai MSCI, Kepercayaan Investor Bakal Pulih?
Sekedar informasi tambahan, penurunan peringkat saham Indonesia oleh Goldman Sach merupakan buntut kekhawatiran MSCI yang akan menurunkan klasifikasi pasar modal dari emerging market menjadi frontier market. Hal ini memicu dana asing keluar lebih dari USD13 miliar atau setara Rp217 triliun.
"Kami memperkirakan penjualan pasif masih berlanjut dan menilai perkembangan ini menjadi beban (overhang) yang akan menghambat kinerja pasar," tulis para analis Goldman Sachs, termasuk Timothy Moe, dalam laporannya.
Potensi penurunan status pasar dan dikombinasikan dengan meningkatnya tekanan jual di pasar akan membuat likuiditas menurun. Sehingga diperkirakan mendorong investor long-only untuk menyeimbangkan ulang portofolionya. Situasi ini juga berpotensi memicu arus spekulatif dari hedge fund.
"Sama seperti MSCI, tinggal tunggu JP Morgan saja. Diperkirakan investor asing akan lakukan aksi jual," tambahnya.
Baca Juga: Penyegaran Otoritas Pasar Modal di Tengah Badai MSCI, Kepercayaan Investor Bakal Pulih?
Sekedar informasi tambahan, penurunan peringkat saham Indonesia oleh Goldman Sach merupakan buntut kekhawatiran MSCI yang akan menurunkan klasifikasi pasar modal dari emerging market menjadi frontier market. Hal ini memicu dana asing keluar lebih dari USD13 miliar atau setara Rp217 triliun.
"Kami memperkirakan penjualan pasif masih berlanjut dan menilai perkembangan ini menjadi beban (overhang) yang akan menghambat kinerja pasar," tulis para analis Goldman Sachs, termasuk Timothy Moe, dalam laporannya.
Potensi penurunan status pasar dan dikombinasikan dengan meningkatnya tekanan jual di pasar akan membuat likuiditas menurun. Sehingga diperkirakan mendorong investor long-only untuk menyeimbangkan ulang portofolionya. Situasi ini juga berpotensi memicu arus spekulatif dari hedge fund.
(akr)
Lihat Juga :