SCMP dan Kadin Gelar Konferensi Bahas Peluang Investasi China-Indonesia
Minggu, 01 Februari 2026 - 10:36 WIB
loading...
South China Morning Post (SCMP) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menggelar China Conference: Southeast Asia 2026 di Jakarta pada 10 Februari 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - South China Morning Post (SCMP) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menggelar China Conference: Southeast Asia 2026 di Jakarta pada 10 Februari 2026. Konferensi ini menandai pertama kalinya acara bergengsi tersebut diselenggarakan di Indonesia, menegaskan peran strategis negara dalam percaturan ekonomi regional.
"Seiring dinamika global yang terus bergerak cepat, keberadaan jurnalisme yang kredibel serta dialog yang berbasis informasi menjadi semakin penting. Melalui China Conference Southeast Asia, SCMP menyediakan ruang bagi para pemimpin di bidang pemerintahan, bisnis, dan investasi untuk terlibat dalam diskusi yang mendalam mengenai berbagai faktor yang membentuk masa depan regional," ujar Executive Managing Editor South China Morning Post, Zuraidah Ibrahim dalam keteragan pers, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: Kadin Siap Bantu Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Penyelenggaraan konferensi merupakan hasil konkret nota kesepahaman antara SCMP dan Kadin Indonesia, yang mencerminkan komitmen jangka panjang dalam membangun kolaborasi. Langkah ini semakin relevan mengingat peran Tiongkok sebagai salah satu sumber utama investasi asing langsung ke Indonesia, dengan nilai realisasi mencapai lebih dari USD18 miliar pada tahun 2025.
Konferensi ini akan membahas berbagai isu strategis kawasan, termasuk keseimbangan geopolitik, masa depan rantai pasok China+1, konektivitas digital dan permodalan, transisi hijau, serta dialog ekonomi China–ASEAN.
"Kami telah menyiapkan beragam agenda yang membahas isu-isu paling relevan saat ini, dengan menghadirkan pembicara dari berbagai sektor, termasuk dari Indonesia sebagai tuan rumah, Tiongkok, dan kawasan sekitarnya," jelas Zuraidah.
Baca Juga: Kadin Indonesia Optimistis Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh di Atas 5%
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Shinta Kamdani, menekankan bahwa acara ini merupakan peluang untuk membuka dan memperluas kerja sama investasi dan perdagangan. "Potensi penanaman modal lintas sektor masih sangat besar. Di saat yang sama, kita juga perlu menyadari bahwa sekitar 70% bahan baku Indonesia masih berasal dari impor, dengan Tiongkok sebagai salah satu sumber utama, menunjukkan adanya peluang nyata untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke China," paparnya.
Lebih dari 500 peserta diperkirakan akan hadir, dengan separuhnya berasal dari luar Indonesia. Angka ini mencerminkan tingginya minat global terhadap potensi ekonomi dan iklim investasi di Tanah Air.
Waktu penyelenggaraan konferensi ini juga memiliki makna strategis, karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok dan menjelang penyelenggaraan KTT APEC 2026 di Shenzhen, Tiongkok. Melalui forum ini, diharapkan tercipta sinergi baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
"Seiring dinamika global yang terus bergerak cepat, keberadaan jurnalisme yang kredibel serta dialog yang berbasis informasi menjadi semakin penting. Melalui China Conference Southeast Asia, SCMP menyediakan ruang bagi para pemimpin di bidang pemerintahan, bisnis, dan investasi untuk terlibat dalam diskusi yang mendalam mengenai berbagai faktor yang membentuk masa depan regional," ujar Executive Managing Editor South China Morning Post, Zuraidah Ibrahim dalam keteragan pers, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: Kadin Siap Bantu Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Penyelenggaraan konferensi merupakan hasil konkret nota kesepahaman antara SCMP dan Kadin Indonesia, yang mencerminkan komitmen jangka panjang dalam membangun kolaborasi. Langkah ini semakin relevan mengingat peran Tiongkok sebagai salah satu sumber utama investasi asing langsung ke Indonesia, dengan nilai realisasi mencapai lebih dari USD18 miliar pada tahun 2025.
Konferensi ini akan membahas berbagai isu strategis kawasan, termasuk keseimbangan geopolitik, masa depan rantai pasok China+1, konektivitas digital dan permodalan, transisi hijau, serta dialog ekonomi China–ASEAN.
"Kami telah menyiapkan beragam agenda yang membahas isu-isu paling relevan saat ini, dengan menghadirkan pembicara dari berbagai sektor, termasuk dari Indonesia sebagai tuan rumah, Tiongkok, dan kawasan sekitarnya," jelas Zuraidah.
Baca Juga: Kadin Indonesia Optimistis Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh di Atas 5%
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Shinta Kamdani, menekankan bahwa acara ini merupakan peluang untuk membuka dan memperluas kerja sama investasi dan perdagangan. "Potensi penanaman modal lintas sektor masih sangat besar. Di saat yang sama, kita juga perlu menyadari bahwa sekitar 70% bahan baku Indonesia masih berasal dari impor, dengan Tiongkok sebagai salah satu sumber utama, menunjukkan adanya peluang nyata untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke China," paparnya.
Lebih dari 500 peserta diperkirakan akan hadir, dengan separuhnya berasal dari luar Indonesia. Angka ini mencerminkan tingginya minat global terhadap potensi ekonomi dan iklim investasi di Tanah Air.
Waktu penyelenggaraan konferensi ini juga memiliki makna strategis, karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok dan menjelang penyelenggaraan KTT APEC 2026 di Shenzhen, Tiongkok. Melalui forum ini, diharapkan tercipta sinergi baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
(nng)
Lihat Juga :