30 Menit Perdagangan, IHSG Ambruk Tinggalkan Level 8.000 Dibayangi MSCI Effect
Senin, 02 Februari 2026 - 09:51 WIB
loading...
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami kejatuhan setelah 30 menit perdagangan berjalan yakni pada pukul 09:30 WIB di Senin, (2/2/2026) menyentuh level 7.948. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terus mengalami kejatuhan setelah 30 menit perdagangan berjalan yakni pada pukul 09:30 WIB di Senin, (2/2/2026) menyentuh level 7.948. Runtuhnya IHSG terjadi menjelang pertemuan Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Morgan Stanley Capital International ( MSCI ) yang dijadwalkan hari ini.
Pada pembukaan IHSG pukul 09.00 WIB, IHSG menyentuh level 8.282 dan selanjutnya semakin ambles hingga 4,06% di posisi 7.991. Per pagi hari ini, IHSG mencatatkan volume transaksi 4,01 miliar lembar saham dengan frekuensi 317.762 kali.
Baca Juga: Intip Ruang Pemulihan IHSG Pekan Ini usai Ditinggal Rombongan Petinggi BEI dan OJK
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik sebelumnya mengatakan, pertemuan dengan MSCI akan dilakukan langsung oleh manajemen BEI dengan kehadiran perwakilan OJK. Pertemuan hari ini untuk membahas pendalaman pasar modal Indonesia, termasuk upaya meningkatkan partisipasi investor global dan bobot Indonesia dalam indeks global.
“Sore (MSCI), besok Eropa (FTSE) pagi. Saya dengan tim, dari OJK juga akan hadir,” ujar Jeffrey, Minggu (1/2).
Agenda utama pertemuan dengan MSCI diungkapkan mencakup penyampaian kondisi operasional bursa yang tetap berjalan normal serta langkah-langkah percepatan reformasi dan pendalaman pasar modal dari sisi permintaan (demand).
“Dari SRO atau Bursa Efek Indonesia, pertama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa operasional Bursa Efek Indonesia, baik kesiapan sistem perdagangan, pelayanan kepada seluruh stakeholders maupun proses pengambilan keputusan berjalan secara normal tanpa ada gangguan apa pun,” kata Jeffrey.
Baca Juga: IHSG Kembali Dibuka Lesu di Awal Pekan saat 570 Saham Malas Bergerak
Ia menyampaikan BEI akan menjelaskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan bobot Indonesia dalam konstituen indeks global. Salah satu fokus utama adalah peningkatan keterbukaan informasi (disclosure) yang sejalan dengan praktik bursa global.
“Kami SRO akan meningkatkan disclosure. Melengkapi disclosure yang sudah kami sampaikan kepada publik melalui website Bursa Efek Indonesia di awal Januari kemarin,” kata Jeffrey.
Pada pembukaan IHSG pukul 09.00 WIB, IHSG menyentuh level 8.282 dan selanjutnya semakin ambles hingga 4,06% di posisi 7.991. Per pagi hari ini, IHSG mencatatkan volume transaksi 4,01 miliar lembar saham dengan frekuensi 317.762 kali.
Baca Juga: Intip Ruang Pemulihan IHSG Pekan Ini usai Ditinggal Rombongan Petinggi BEI dan OJK
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik sebelumnya mengatakan, pertemuan dengan MSCI akan dilakukan langsung oleh manajemen BEI dengan kehadiran perwakilan OJK. Pertemuan hari ini untuk membahas pendalaman pasar modal Indonesia, termasuk upaya meningkatkan partisipasi investor global dan bobot Indonesia dalam indeks global.
“Sore (MSCI), besok Eropa (FTSE) pagi. Saya dengan tim, dari OJK juga akan hadir,” ujar Jeffrey, Minggu (1/2).
Agenda utama pertemuan dengan MSCI diungkapkan mencakup penyampaian kondisi operasional bursa yang tetap berjalan normal serta langkah-langkah percepatan reformasi dan pendalaman pasar modal dari sisi permintaan (demand).
“Dari SRO atau Bursa Efek Indonesia, pertama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa operasional Bursa Efek Indonesia, baik kesiapan sistem perdagangan, pelayanan kepada seluruh stakeholders maupun proses pengambilan keputusan berjalan secara normal tanpa ada gangguan apa pun,” kata Jeffrey.
Baca Juga: IHSG Kembali Dibuka Lesu di Awal Pekan saat 570 Saham Malas Bergerak
Ia menyampaikan BEI akan menjelaskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan bobot Indonesia dalam konstituen indeks global. Salah satu fokus utama adalah peningkatan keterbukaan informasi (disclosure) yang sejalan dengan praktik bursa global.
“Kami SRO akan meningkatkan disclosure. Melengkapi disclosure yang sudah kami sampaikan kepada publik melalui website Bursa Efek Indonesia di awal Januari kemarin,” kata Jeffrey.
(akr)
Lihat Juga :