IHSG Terjun Bebas, Ekonom: Negara Sudah Bergerak, Tapi Pasar Belum Percaya

Senin, 02 Februari 2026 - 14:33 WIB
loading...
IHSG Terjun Bebas, Ekonom:...
Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali terjadi pada perdagangan, Senin (2/2/2026) hingga sesi siang, menjadi sinyal keras bahwa kepercayaan belum pulih. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang kembali terjadi pada perdagangan, Senin (2/2/2026) hingga sesi siang, menjadi sinyal keras bahwa kepercayaan belum pulih. Terpantau IHSG pada awal pekan ambles lebih dari 5% ke level sekitar 7.884.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik, UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengakui, bahwa pemerintah bergerak setelah petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mundur serentak menyusul kejatuhan IHSG mencapai 8% selama dua hari beruntun. Koordinasi lintas lembaga dilakukan dan pernyataan penenang disampaikan dengan harapan mampu meredam gejolak pasar modal .

"Wacana reformasi pasar modal digulirkan. Bahkan nama Danantara dan dana institusi besar ikut disebut sebagai penopang. Dari sisi niat, negara sudah hadir. Namun pasar tetap jatuh," ungkap Ekonom, Achmad Nur Hidayat di Jakarta.

Baca Juga: OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Begini Detailnya

Menurutnya pelemahan IHSG yang kembali terulang hari ini memberi arti bahwa ada jarak antara apa yang dikatakan negara dan apa yang diyakini pelaku pasar. Namun Achmad Nur Hidayat memberikan apresiasi terhadap respons pemerintah di tengah kejatuhan bursa saham.



"Kita harus jujur mengakui, langkah pemerintah pada Sabtu dan Minggu patut diapresiasi. Dalam banyak kasus, justru kepanikan muncul karena negara lambat atau saling lempar tanggung jawab," bebernya.

Diterangkan olehnya bahwa negara hadir, berbicara, dan mencoba memimpin narasi. Pesan yang disampaikan jelas, bahwa undamental ekonomi Indonesia masih kuat. Gejolak IHSG dipandang sementara, dan eformasi pasar modal akan dipercepat.

"Ini penting untuk mencegah kepanikan massal dan menjaga optimisme publik. Masalahnya, pasar modal bukan hanya mendengar kata kata. Pasar membaca arah. Dan pada Senin pagi, arah itu belum cukup meyakinkan," tegasnya.

Pasar Tidak Takut, Pasar Ragu

Achmad memberikan, catatan bahwa ketika pasar bergejolak, sering kali mengira karena panik. Padahal yang terjadi sekarang lebih tepat disebut ragu. "Investor global dan domestik tidak sedang histeris, mereka sedang berhitung," bebernya.

Baca Juga: 30 Menit Perdagangan, IHSG Ambruk Tinggalkan Level 8.000 Dibayangi MSCI Effect

"Peringatan dari MSCI sebelumnya bukan tentang emosi, tetapi tentang kualitas pasar. Soal transparansi kepemilikan saham. Soal free float yang terlalu tipis. Soal integritas data perdagangan. Ini bukan isu baru, tapi kali ini sorotannya terang," tegasnya.

Maka terang dia, ketika masalahnya struktural, maka respons psikologis tidak cukup. Pernyataan stabilitas bisa menenangkan satu dua jam, tetapi begitu bursa dibuka, keputusan kembali ke tangan investor dan mereka memilih menjual atau menunggu. Itulah sebabnya IHSG tetap tertekan sejak pembukaan hingga siang hari pada 2 Februari.

"Bayangkan mobil melaju kencang lalu lampu peringatan mesin menyala. Pengemudi bisa menepuk dashboard sambil berkata, “Tenang, mesinnya kuat.” Mobil mungkin tetap jalan, tapi rasa percaya sudah hilang. Yang dibutuhkan bukan kata kata, melainkan bengkel," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 1,06% ke Level 5.806
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
IHSG Akhir Pekan Ditutup...
IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat 2,28 Persen
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Air Mata Neymar dan...
Air Mata Neymar dan Akhir Perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026
Tiga Putra Hadir Doakan...
Tiga Putra Hadir Doakan Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Tetap Tak Muncul
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
Berita Terkini
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved