Saham-saham Rontok Berjamaah, Danantara Sebut Koreksi Alam
Senin, 02 Februari 2026 - 16:53 WIB
loading...
Danantara menyebutkan pelemahan IHSG diikuti rontoknya ratusan saham dalam beberapa hari terakhir sebagai koreksi alamiah pasar. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diikuti rontoknya ratusan saham dalam beberapa hari terakhir sebagai koreksi alamiah pasar. Menurut dia, penurunan tersebut sejalan dengan agenda transformasi yang tengah dijalankan Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Memang banyak retail melihat ini banyak saham-saham saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi," ujar Pandu saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).
Baca Juga: IHSG Masih Babak Belur, Siang Ini Jatuh 5,31% ke 7.887
Pandu menjelaskan, sebelumnya terdapat sejumlah saham yang mengalami lonjakan valuasi secara tajam meski tidak ditopang fundamental yang kuat. Kondisi tersebut membuat saham-saham dengan valuasi tinggi dan dinilai kurang layak investasi mulai terkoreksi ketika investor kembali mencermati kinerja fundamental emiten.
Berdasarkan data IDX Mobile hingga pukul 15.26 WIB, hanya 52 saham yang menguat, sementara 142 saham stagnan dan 763 saham berada di zona merah. Tekanan yang meluas tersebut dinilai sebagai penyesuaian pasar terhadap valuasi yang dinilai berlebihan.
"Jadi banyak sekali kalau dilihat observasi awal dari sisi retail melihat saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin amat tinggi atau bahasanya uninvestable itu yang mengalami koreksi, mungkin mengalami koreksi alam," kata Pandu.
Baca Juga: 30 Menit Perdagangan, IHSG Ambruk Tinggalkan Level 8.000 Dibayangi MSCI Effect
Ia menilai koreksi yang terjadi pada awal pekan perdagangan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Menurut Pandu, pasar tengah berada dalam masa transisi menuju pendalaman pasar yang lebih sehat melalui agenda transformasi yang sedang dilakukan.
"Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan, ya kita harus melihat balik ke fundamental. Juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short term," ujarnya.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah menyiapkan delapan agenda transformasi pasar modal yang mencakup kebijakan free float, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta sinergi antar-lembaga. Hingga pukul 15.34 WIB, IHSG tercatat di level 7.893 atau melemah 5,24% dengan nilai transaksi Rp25,37 triliun dan volume perdagangan 44,4 miliar saham.
"Memang banyak retail melihat ini banyak saham-saham saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi," ujar Pandu saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).
Baca Juga: IHSG Masih Babak Belur, Siang Ini Jatuh 5,31% ke 7.887
Pandu menjelaskan, sebelumnya terdapat sejumlah saham yang mengalami lonjakan valuasi secara tajam meski tidak ditopang fundamental yang kuat. Kondisi tersebut membuat saham-saham dengan valuasi tinggi dan dinilai kurang layak investasi mulai terkoreksi ketika investor kembali mencermati kinerja fundamental emiten.
Berdasarkan data IDX Mobile hingga pukul 15.26 WIB, hanya 52 saham yang menguat, sementara 142 saham stagnan dan 763 saham berada di zona merah. Tekanan yang meluas tersebut dinilai sebagai penyesuaian pasar terhadap valuasi yang dinilai berlebihan.
"Jadi banyak sekali kalau dilihat observasi awal dari sisi retail melihat saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin amat tinggi atau bahasanya uninvestable itu yang mengalami koreksi, mungkin mengalami koreksi alam," kata Pandu.
Baca Juga: 30 Menit Perdagangan, IHSG Ambruk Tinggalkan Level 8.000 Dibayangi MSCI Effect
Ia menilai koreksi yang terjadi pada awal pekan perdagangan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Menurut Pandu, pasar tengah berada dalam masa transisi menuju pendalaman pasar yang lebih sehat melalui agenda transformasi yang sedang dilakukan.
"Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan, ya kita harus melihat balik ke fundamental. Juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short term," ujarnya.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah menyiapkan delapan agenda transformasi pasar modal yang mencakup kebijakan free float, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta sinergi antar-lembaga. Hingga pukul 15.34 WIB, IHSG tercatat di level 7.893 atau melemah 5,24% dengan nilai transaksi Rp25,37 triliun dan volume perdagangan 44,4 miliar saham.
(nng)
Lihat Juga :