Pil Wegovy Novo Nordisk Pikat Pasar AS, Catat 18.000 Resep di Pekan Pertama
Senin, 02 Februari 2026 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Persaingan industri farmasi ke depan diprediksi tidak lagi hanya bertumpu pada efikasi medis, tetapi juga pada keterjangkauan harga bagi pasien non-asuransi serta kemudahan logistik distribusi obat. Formulasi pil Wegovy dinilai unggul secara logistik karena tidak memerlukan penyimpanan rantai dingin (cold chain) seperti versi suntik. Hal ini memudahkan proses distribusi global, termasuk rencana ekspansi ke Inggris yang keputusannya diharapkan keluar sebelum akhir tahun.
Baca Juga: Transformasi OMAI DLBS dari Bahan Alam ke Obat Modern
Kemudahan ini membuka jalan bagi penanganan obesitas yang lebih masif di berbagai negara yang memiliki kendala infrastruktur medis. Urgensi ketersediaan terapi obesitas yang efektif juga kian terasa di Indonesia seiring dengan tren kenaikan angka penderita.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas nasional pada individu usia di atas 18 tahun naik menjadi 23,4 persen dari angka 21,8 persen pada 2018. Kondisi ini menunjukkan bahwa saat ini sekitar satu dari empat orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas.
Data tersebut juga menyoroti prevalensi obesitas sentral pada penduduk usia 15 tahun ke atas yang mencapai 36,8 persen. Tingginya angka ini membawa risiko serius terhadap peningkatan beban penyakit kronis nasional, seperti diabetes tipe 2 dan gangguan jantung, sehingga diperlukan solusi pengobatan yang lebih terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Baca Juga: Transformasi OMAI DLBS dari Bahan Alam ke Obat Modern
Kemudahan ini membuka jalan bagi penanganan obesitas yang lebih masif di berbagai negara yang memiliki kendala infrastruktur medis. Urgensi ketersediaan terapi obesitas yang efektif juga kian terasa di Indonesia seiring dengan tren kenaikan angka penderita.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas nasional pada individu usia di atas 18 tahun naik menjadi 23,4 persen dari angka 21,8 persen pada 2018. Kondisi ini menunjukkan bahwa saat ini sekitar satu dari empat orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas.
Data tersebut juga menyoroti prevalensi obesitas sentral pada penduduk usia 15 tahun ke atas yang mencapai 36,8 persen. Tingginya angka ini membawa risiko serius terhadap peningkatan beban penyakit kronis nasional, seperti diabetes tipe 2 dan gangguan jantung, sehingga diperlukan solusi pengobatan yang lebih terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
(nng)
Lihat Juga :