Danantara Ungkap Kriteria Saham Incaran, Begini Penjelasannya
Selasa, 03 Februari 2026 - 12:26 WIB
loading...
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan, Danantara secara selektif membidik emiten. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan, Danantara secara selektif membidik emiten dengan fundamental bisnis yang kuat, arus kas yang sehat, valuasi yang menarik, serta likuiditas saham yang memadai.
Pandu mengutarakan, strategi tersebut sejalan dengan pergeseran preferensi investor yang kembali menitikberatkan kualitas fundamental di tengah ketidakpastian global. Ia menegaskan, bahwa perseroan tetap aktif berinvestasi dengan pendekatan berbasis fundamental dan jangka menengah hingga panjang.
"Sebagai market participant, Danantara Indonesia juga aktif berinvestasi di pasar dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang memiliki valuasi menarik, arus kas yang kuat, fundamental baik, serta likuiditas yang memadai," ujarnya dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Danantara Bukan Tombol Ajaib, Mampukah Menahan Kejatuhan Pasar Modal?
Selain faktor fundamental, Danantara juga mencermati kualitas tata kelola perusahaan dan keterbukaan informasi sebagai bagian dari pertimbangan investasi. Pandu menekankan bahwa penguatan struktur pasar dan tata kelola menjadi prasyarat penting untuk memperdalam pasar dan menjaga kepercayaan investor.
Ia menjelaskan, tekanan pasar yang terjadi saat ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga dirasakan secara regional di Asia dan global. Dalam kondisi tersebut, pasar tengah menjalani proses rebalancing, di mana investor mulai kembali menimbang aspek fundamental, valuasi, dan kualitas bisnis emiten.
Menurut Pandu, saham-saham yang tetap diminati umumnya memiliki karakteristik tata kelola yang baik, keterbukaan informasi yang memadai, serta ketahanan kinerja terhadap siklus ekonomi. Dinamika tersebut tercermin dari pergerakan saham-saham unggulan yang menunjukkan penyesuaian harga secara rasional.
Baca Juga: Saham-saham Rontok Berjamaah, Danantara Sebut Koreksi Alam
Sebagai pelaku pasar, Danantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus aktif berinvestasi secara selektif di pasar modal domestik. Perseroan tetap optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia dan menilai valuasi aset-aset domestik masih menarik di tengah dinamika global.
Selain itu, Danantara juga mendukung percepatan penguatan struktur pasar bersama para pemangku kepentingan, dengan fokus pada peningkatan transparansi dan tata kelola. Pendalaman teknis dan kejelasan implementasi reformasi dinilai penting untuk memastikan penguatan pasar berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
Pandu menambahkan, respons cepat dan serius dari regulator serta penyelenggara pasar pasca dinamika pekan lalu menjadi sinyal positif bagi kepercayaan investor. Sejalan dengan itu, Danantara Indonesia terus berkoordinasi dengan MSCI, Self-Regulatory Organizations (SRO), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mendukung penguatan pasar modal Indonesia ke depan.
Pandu mengutarakan, strategi tersebut sejalan dengan pergeseran preferensi investor yang kembali menitikberatkan kualitas fundamental di tengah ketidakpastian global. Ia menegaskan, bahwa perseroan tetap aktif berinvestasi dengan pendekatan berbasis fundamental dan jangka menengah hingga panjang.
"Sebagai market participant, Danantara Indonesia juga aktif berinvestasi di pasar dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang memiliki valuasi menarik, arus kas yang kuat, fundamental baik, serta likuiditas yang memadai," ujarnya dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Danantara Bukan Tombol Ajaib, Mampukah Menahan Kejatuhan Pasar Modal?
Selain faktor fundamental, Danantara juga mencermati kualitas tata kelola perusahaan dan keterbukaan informasi sebagai bagian dari pertimbangan investasi. Pandu menekankan bahwa penguatan struktur pasar dan tata kelola menjadi prasyarat penting untuk memperdalam pasar dan menjaga kepercayaan investor.
Ia menjelaskan, tekanan pasar yang terjadi saat ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga dirasakan secara regional di Asia dan global. Dalam kondisi tersebut, pasar tengah menjalani proses rebalancing, di mana investor mulai kembali menimbang aspek fundamental, valuasi, dan kualitas bisnis emiten.
Menurut Pandu, saham-saham yang tetap diminati umumnya memiliki karakteristik tata kelola yang baik, keterbukaan informasi yang memadai, serta ketahanan kinerja terhadap siklus ekonomi. Dinamika tersebut tercermin dari pergerakan saham-saham unggulan yang menunjukkan penyesuaian harga secara rasional.
Baca Juga: Saham-saham Rontok Berjamaah, Danantara Sebut Koreksi Alam
Sebagai pelaku pasar, Danantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus aktif berinvestasi secara selektif di pasar modal domestik. Perseroan tetap optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia dan menilai valuasi aset-aset domestik masih menarik di tengah dinamika global.
Selain itu, Danantara juga mendukung percepatan penguatan struktur pasar bersama para pemangku kepentingan, dengan fokus pada peningkatan transparansi dan tata kelola. Pendalaman teknis dan kejelasan implementasi reformasi dinilai penting untuk memastikan penguatan pasar berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
Pandu menambahkan, respons cepat dan serius dari regulator serta penyelenggara pasar pasca dinamika pekan lalu menjadi sinyal positif bagi kepercayaan investor. Sejalan dengan itu, Danantara Indonesia terus berkoordinasi dengan MSCI, Self-Regulatory Organizations (SRO), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mendukung penguatan pasar modal Indonesia ke depan.
(akr)
Lihat Juga :