Sambut Ramadan-Idul Fitri, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Jumbo Rp12,83 Triliun
Selasa, 03 Februari 2026 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Pemerintah Cari Cara Tekan Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri, Stimulus Disiapkan
Guna meredam fluktuasi harga kebutuhan pokok selama bulan suci, pemerintah juga mengucurkan bantuan sosial dalam bentuk beras dan minyak goreng bagi masyarakat berpendapatan rendah.
“Pemerintah memberikan bantuan sosial berupa beras 10 kilogram selama dua bulan, ditambah minyak goreng untuk dua bulan. Total anggarannya sekitar Rp12 triliun,” jelas Airlangga.
Selain dukungan konsumsi, pemerintah melanjutkan program magang bagi lulusan baru (fresh graduate) yang telah berjalan sejak akhir 2025. Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) sedang digodok bersama KemenPAN-RB dan Kemnaker untuk mendukung fleksibilitas kerja.
Airlangga menekankan, bahwa intervensi awal tahun ini sangat krusial mengingat capaian pada triwulan I 2025 yang tercatat sebesar 4,87% masih perlu ditingkatkan agar bisa mengejar target 5,4% di tahun ini.
“Triwulan pertama sangat penting, karena pada periode yang sama tahun lalu pertumbuhan ekonomi relatif lebih rendah,” ujarnya.
Guna meredam fluktuasi harga kebutuhan pokok selama bulan suci, pemerintah juga mengucurkan bantuan sosial dalam bentuk beras dan minyak goreng bagi masyarakat berpendapatan rendah.
“Pemerintah memberikan bantuan sosial berupa beras 10 kilogram selama dua bulan, ditambah minyak goreng untuk dua bulan. Total anggarannya sekitar Rp12 triliun,” jelas Airlangga.
Selain dukungan konsumsi, pemerintah melanjutkan program magang bagi lulusan baru (fresh graduate) yang telah berjalan sejak akhir 2025. Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) sedang digodok bersama KemenPAN-RB dan Kemnaker untuk mendukung fleksibilitas kerja.
Airlangga menekankan, bahwa intervensi awal tahun ini sangat krusial mengingat capaian pada triwulan I 2025 yang tercatat sebesar 4,87% masih perlu ditingkatkan agar bisa mengejar target 5,4% di tahun ini.
“Triwulan pertama sangat penting, karena pada periode yang sama tahun lalu pertumbuhan ekonomi relatif lebih rendah,” ujarnya.
(akr)
Lihat Juga :