Rugikan Konsumen, KKI Temukan Galon Berusia Tua Masih Banyak Beredar di Pasaran

Selasa, 03 Februari 2026 - 20:29 WIB
loading...
Rugikan Konsumen, KKI...
Galon air minum guna ulang yang sudah tua dan tidak laik pakai masih banyak beredar di pasaran dan berpotensi merugikan konsumen. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Galon air minum guna ulang yang sudah tua dan tidak laik pakai masih banyak beredar di pasaran dan berpotensi merugikan konsumen. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan risiko kesehatan akibat kemungkinan larutnya zat kimia berbahaya bisphenol A (BPA) ke dalam air minum.

"Dari investigasi kami di 60 kios di Jabodetabek, 57 persen galon yang beredar berusia di atas dua tahun. Bahkan kami menemukan galon produksi tahun 2012. Ini menunjukkan adanya masalah sistemik dalam pengawasan dan penarikan produk air minum dalam kemasan," ujar Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) David Tobing saat menyerahkan hasil investigasi kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) belum lama ini.

Berdasarkan data KKI, lebih dari separuh galon yang beredar di wilayah Jabodetabek telah melampaui batas usia aman yang direkomendasikan para ahli. Selain itu, sekitar 8 dari 10 galon yang dijual di pasaran tampak buram dan kusam, yang menjadi indikasi kerusakan material kemasan.

Baca Juga: Pengamat Nilai Galon Guna Ulang PET Efektif Kurangi Sampah Plastik

KKI juga menemukan galon yang telah berusia hingga 13 tahun masih dijual bebas kepada konsumen di Bogor. Kondisi fisik galon yang rusak dinilai meningkatkan risiko pelepasan BPA ke dalam air minum yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.



Ahli polimer dari Universitas Indonesia (UI) Prof. Mohamad Chalid, menjelaskan galon guna ulang memiliki batas usia pakai yang ketat. "Kalau kita batasi 40 kali (pengisian ulang), itu artinya tidak sampai setahun. Itu batas amannya," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan bahwa proses penggunaan dan pencucian berulang dapat merusak struktur kimia plastik, sehingga molekul BPA berpotensi terlepas dan larut ke dalam air. Paparan BPA dalam jangka panjang telah dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, mulai dari gangguan kesuburan, masalah metabolisme, hingga peningkatan risiko kanker.

Baca Juga: Kesaksian Warga Sekitar TPA Cipeucang Tangsel yang Terpaksa Beli Galon karena Air Tanah Tercemar

Menanggapi temuan tersebut, BPKN mendesak produsen air minum dalam kemasan untuk bertanggung jawab dengan menarik galon-galon tua dari peredaran. Anggota BPKN Fitrah Bukhari menekankan langkah tersebut sebagai kewajiban moral produsen demi melindungi konsumen.

BPKN berencana menindaklanjuti laporan ini melalui penelitian independen, sementara konsumen diimbau lebih cermat memeriksa kondisi fisik serta kode produksi galon sebelum membeli, dan menolak galon yang sudah tua atau tidak layak pakai.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM Perketat Batas...
BPOM Perketat Batas Migrasi BPA Galon Guna Tekan Risiko Pubertas Dini
Harga Sama, KKI Soroti...
Harga Sama, KKI Soroti Diskriminasi Kualitas Galon Guna Ulang di Pasaran
KKI Ingatkan ke Konsumen...
KKI Ingatkan ke Konsumen Galon Guna Ulang Ada Batas Masa Pakainya
Harga Plastik Naik,...
Harga Plastik Naik, Industri Didorong Bangun Ketahanan di Tengah Tekanan Global
Lindungi Konsumen, BPKN...
Lindungi Konsumen, BPKN Minta Produsen AMDK Tarik Galon Tua dari Peredaran
DPR Soroti soal Galon...
DPR Soroti soal Galon Guna Ulang Melebihi Batas Usia Pakai
Pengamat: Kemasan Guna...
Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Negara Sediakan Air Layak Minum untuk Masyarakat
Pengamat Nilai Galon...
Pengamat Nilai Galon Guna Ulang PET Efektif Kurangi Sampah Plastik
Rekomendasi
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Peradaban Kuno di Planet Mars
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved