Lindungi Konsumen, BPKN Minta Produsen AMDK Tarik Galon Tua dari Peredaran

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:44 WIB
loading...
Lindungi Konsumen, BPKN...
BPKN mendesak produsen AMDK untuk menarik galon guna ulang berbahan polikarbonat yang sudah berusia tua dari peredaran. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendesak produsen air minum dalam kemasan (AMDK) untuk menarik galon guna ulang berbahan polikarbonat yang sudah berusia tua dari peredaran. Desakan ini muncul setelah temuan di lapangan menunjukkan masih banyaknya galon tua, bahkan berusia hingga 13 tahun, yang dijual bebas dan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen akibat migrasi zat kimia berbahaya.

Anggota BPKN, Fitrah Bukhari, menegaskan ini adalah seruan moral kepada para produsen untuk bertanggung jawab tanpa menunggu paksaan hukum. "Secara moral, produsen punya tanggung jawab untuk menjaga kesehatan konsumen, apalagi air minum ini kan termasuk hajat hidup (orang banyak)," ujar dia seperti dikutip, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga: DPR Soroti soal Galon Guna Ulang Melebihi Batas Usia Pakai

Desakan BPKN dipicu oleh investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) yang menemukan 57 persen galon yang beredar di Jabodetabek berusia lebih dari dua tahun. Bahkan, di wilayah Bogor, galon berusia 13 tahun masih ditemukan dijual bebas. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan paparan Bisphenol A (BPA) yang dapat bermigrasi ke air minum seiring penurunan kualitas plastik akibat pemakaian berulang.

Ketua KKI, David Tobing, mengimbau masyarakat untuk mulai proaktif melindungi diri saat menerima galon isi ulang. Ia menegaskan konsumen memiliki hak untuk memilih galon yang lebih layak pakai. "Konsumen itu mempunyai hak untuk memilih. Karena harganya sama, galon baru dan galon tua itu harganya sama. Jadi konsumen berhak menolak, minta yang baru," ujar David.

Baca Juga: Rugikan Konsumen, KKI Temukan Galon Berusia Tua Masih Banyak Beredar di Pasaran

David menjelaskan, konsumen dapat mengenali galon tua dari tampilannya yang buram dan kusam. Kondisi tersebut menandakan penurunan kualitas plastik yang berpotensi melepaskan zat berbahaya ke dalam air minum. "Karena lebih buram, lebih kusam, galon itu lebih berpotensi bahaya atau menimbulkan penyakit," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM Perketat Batas...
BPOM Perketat Batas Migrasi BPA Galon Guna Tekan Risiko Pubertas Dini
Harga Sama, KKI Soroti...
Harga Sama, KKI Soroti Diskriminasi Kualitas Galon Guna Ulang di Pasaran
KKI Ingatkan ke Konsumen...
KKI Ingatkan ke Konsumen Galon Guna Ulang Ada Batas Masa Pakainya
Harga Plastik Naik,...
Harga Plastik Naik, Industri Didorong Bangun Ketahanan di Tengah Tekanan Global
DPR Soroti soal Galon...
DPR Soroti soal Galon Guna Ulang Melebihi Batas Usia Pakai
Rugikan Konsumen, KKI...
Rugikan Konsumen, KKI Temukan Galon Berusia Tua Masih Banyak Beredar di Pasaran
Pengamat: Kemasan Guna...
Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Negara Sediakan Air Layak Minum untuk Masyarakat
Pengamat Nilai Galon...
Pengamat Nilai Galon Guna Ulang PET Efektif Kurangi Sampah Plastik
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Minta...
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Seluruh Permintaan Praperadilan Roy Suryo
Profil Nadiem Makarim,...
Profil Nadiem Makarim, Menteri Era Jokowi yang Divonis 10 Tahun Penjara
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Berita Terkini
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa FEB UNIS Tangerang dengan Edukasi Investasi Syariah dan Pelindungan Konsumen
Fenomena Baru Investasi:...
Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak
Pascaramai Diprotes,...
Pascaramai Diprotes, Menkeu Purbaya Klaim 95,45% Pencairan JHT Bebas Pajak
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
Tiga Bank Asing Besar...
Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
RGI dan NNA Jalin Kemitraan,...
RGI dan NNA Jalin Kemitraan, Perluas Distribusi SKT ke Wilayah Baru
Infografis
AS Bisa Tarik Pasukannya...
AS Bisa Tarik Pasukannya dari Eropa Tengah dan Timur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved