Program MBG Dinilai Penting saat Ekonomi Bergejolak

Jum'at, 06 Februari 2026 - 22:13 WIB
loading...
Program MBG Dinilai...
Program Makan Bergizi Gratis (MBG). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perdebatan di tengah tekanan ekonomi global dan keterbatasan anggaran negara. Namun sejumlah pengamat menilai program tersebut tetap diperlukan sebagai intervensi sosial untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Dinamika ekonomi global ini tidak hanya dirasakan Indonesia. Seluruh negara di dunia juga menempuh ini. Ada India India juga tidak lepas dari gejolak ekonomi dunia, juga Brazil, dan Amerika. Tapi tetap ada tanggung-jawab sosial negara yang harus dipenuhi dan mereka tidak menghentikan program midday meal-nya. Saya pikir ada banyak instrumen kebijakan yang bisa ditawarkan pemerintah untuk bisa memitigasi atau mengatasi dinamika ekonomi, tanpa harus mengorbankan MBG," ujar pengamat kebijakan publik Fakhrido Susilo, seperti dikutip, Jumat (6/2/2026).



Dia menilai MBG merupakan intervensi fundamental bagi masa depan bangsa. Menurut dia, di tengah ketidakpastian ekonomi global, negara tetap memiliki tanggung jawab memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sebagai fondasi pembangunan manusia jangka panjang.

Ia juga menyoroti kondisi sebagian orang tua di Indonesia yang harus bekerja lebih dari satu pekerjaan, seperti buruh pada pagi hari dan pengemudi ojek daring pada sore hari. Kondisi tersebut kerap membuat perhatian terhadap gizi anak terabaikan, sehingga keberadaan MBG dinilai dapat meringankan beban keluarga dan menjaga kualitas asupan anak.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia dan Disabilitas Dimatangkan, Kapan Dimulai?

Menurut Fakhrido, program gizi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga memengaruhi kemampuan kognitif dan daya saing generasi mendatang. Ia menilai fondasi gizi yang kuat sejak usia dini menjadi prasyarat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai target pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045. "Jika kita punya jalan tol yang luas tapi manusianya tidak berkualitas, bagaimana kita mau bersaing di 2045? Indonesia Emas adalah tentang pembangunan manusia," tambahnya.

Meski demikian, ia mendorong pemerintah meningkatkan efisiensi anggaran dan tata kelola program melalui evaluasi berbasis data. Studi dampak dinilai penting untuk mengukur efektivitas MBG terhadap kehadiran siswa, peningkatan kualitas belajar, serta dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Baca Juga: BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG

Pandangan serupa disampaikan pakar kesehatan dr. Rita Ramayulis yang menilai MBG sebagai solusi konkret untuk mendekatkan akses anak terhadap makanan bergizi. Selain meningkatkan kualitas gizi, program ini juga dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi melalui pemanfaatan bahan pangan lokal. "Kehadiran program MBG ini sebenarnya untuk mendekatkan dan memudahkan akses ke makanan bergizi," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Dipangkas,...
Anggaran Dipangkas, Purbaya Minta Jangan Menyalahkan MBG Lagi: Presiden Sedang Perbaiki
Tak Tepat Kaitkan Utang...
Tak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG, Pakar: Cara Berpikir Fiskal Terlalu Dangkal
Anggaran MBG Rp249 Triliun...
Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
MBG Fondasi Utama Cetak...
MBG Fondasi Utama Cetak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
MBG Butuh 700 Juta Telur,...
MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Gaet Pengusaha China
BGN Sangkal Pengadaan...
BGN Sangkal Pengadaan 32.000 Unit Laptop hingga Alat Makan MBG Senilai Rp4 Triliun
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Rekomendasi
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
Berita Terkini
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved