FertInnovation Challenge 2025 Memacu Ribuan Inovator Perkuat Kemandirian Pangan

Jum'at, 06 Februari 2026 - 22:22 WIB
loading...
FertInnovation Challenge...
FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi inovasi, tetapi instrumen strategis membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menyelenggarakan FertInnovation Challenge 2025 yang diikuti lebih dari 1.620 inovator mulai dari kalangan mahasiswa, peneliti, profesional, hingga startup dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri. Melalui konvensi inovasi ini, Pupuk Indonesia mendorong penguatan ekosistem inovasi pertanian dan kemandirian pangan nasional.

“FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi inovasi , tetapi sebagai instrumen strategis perusahaan untuk membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional . Ajang ini sejalan dengan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” terang Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan dalam Awarding Ceremony FertInnovation Challenge 2025 di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Dorong Produktivitas Pertanian lewat Kompetisi Inovasi FertInnovation Challenge 2025

Dalam penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2026 ini, Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI). Platform dua tahunan ini menjadi media bagi Pupuk Indonesia untuk menciptakan transformasi pertanian berbasis inovasi.



Ajang ini dirancang sebagai platform open innovation strategis untuk menyerap gagasan-gagasan transformatif dari inovator eksternal. Selain itu juga untuk menjawab tantangan keberlanjutan dan agenda besar kemandirian pangan Indonesia.

Tahun ini, FertInnovation Challenge mengusung tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”. Antusiasme tinggi tercermin dari partisipasi lintas disiplin dan lintas institusi yang berkontribusi dalam setiap kategori.

Adapun empat kategori strategis dalam ajang ini yaitu Precision Agriculture & Digital Farming, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering. Setiap karya inovasi yang masuk telah melalui proses seleksi bertahap, mulai dari screening administratif hingga final pitching.

Baca Juga: Prabowo: Inovasi Pertanian Brasil Jadi Contoh di Indonesia

"Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi," kata Jamsaton.

Para inovator ini mendapatkan hadiah hingga miliaran rupiah, dimana Best Innovation atau Juara 1 dari masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah Rp30 juta, kemudian Juara 2 dari setiap kategori menerima Rp20 juta, dan Juara 3 per kategori memperoleh Rp10 juta.

Selain apresiasi terhadap para pemenang, FertInnovation Challenge 2025 juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri hingga Rp2 miliar.

Disampaikan Jamsaton, FertInnovation Challenge hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan dunia industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi yang terintegrasi. FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi yang kolaboratif, berkelanjutan dan berdampak.

"Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional," tandas Jamsaton.

Ia menegaskan, penyelenggaraan tahun ini semakin menegaskan peran Pupuk Indonesia sebagai innovation enabler dalam sektor agribisnis. Melalui pendekatan open innovation, perusahaan mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempercepat hilirisasi riset serta menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

"Kami berharap upaya dan kolaborasi yang kita bangun melalui FertInnovation ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pupuk Indonesia yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan bangsa," tutup Rahmad.

Daftar Pemenang FertInnovation Challenge 2025

Kategori Precision & Digital Farming

Juara 1
NilamGuard: Multi-Sensor Fusion System untuk Deteksi Dini Penyakit Nilam, Precision Fertilization , dan Optimasi Minyak Nilam di Tingkat Petani Akademisi - Universitas Syiah Kuala.
Juara 2
Leaf-In: An AI-Driven Optical Leaf Sensing System for Multicrop Nitrogen Status Prediction and Precision Fertilizer Decision Support (Case Study: Robusta Coffee Plantations can reduce fertilizer use by up to 73%) - Startup - Precision Agriculture Indonesia.
Juara 3
AI-Driven Agricultural Intelligence: Optimizing Harvest through Deep Learning-Based Disease Detection and Crop Quantification - Akademisi – Institut Teknologi Del.

Kategori Climate Resilience & Sustainable Fertilizer

Juara 1
Bio-Silica: Silicon-Enriched Biochar from Red Mud for Sustainable Peatland Agriculture Supporting Food Security and Climate Change Mitigation (Akademisi – Universitas Tanjungpura)
Juara 2
Development of Sustainable Potassium Fertilizer from Woody Biomass Combustion Ash by Using Simple Classification Methods (Akademisi – Universitas Internasional Semen Indonesia)
Juara 3
RISHY (RICE HUSK-BASED HYBRID FERTILIZER): Pupuk Hidrogel @Nanosilika-Biochar Berbasis Sekam Padi untuk Mitigasi Cekaman Kekeringan dan Peningkatan Produktivitas Padi (Oryza Sativa). (Akademisi – Universitas Gadjah Mada).

Kategori Process & Plant Engineering

Juara 1
Intelligent Edge Node: Implementasi Adaptive Digital Twin Berbasis Embedded AI untuk Optimasi Supplementary Firing dan Predictive Maintenance pada HRSG (Akademik – Universitas Gadjah Mada).
Juara 2
Integrasi dan Optimalisasi Carbon Capture Mikroalga Mendukung Dekarbonisasi Industri Pupuk Melalui High Quality Carbon Credit dan Ekstraksi Green Amonia (Startup – Aither).
Juara 3
AI-Driven AITOMA: Sistem Predictive Maintenance Berbasis AI untuk Meningkatkan Keandalan Mesin Kritis di Pabrik Pupuk (Startup – Aitoma).

Kategori AI-Driven Agri Supply Chain

Juara 1
Sonic-Chain: AI-Driven Yield Forecasting and Fertilizer Supply Chain Optimization via Ultrasonic Plant Bioacoustics (Akademisi – Politeknik Negeri Jember).
Juara 2
Pukpuk: Sistem Cerdas Berbasis CatBoost dan Choropleth Geospasial untuk Optimasi Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan Pupuk (Akademisi – Universitas Brawijaya).
Juara 3
SmartChain Fertilizer: Sistem Traceability Pupuk & Kontrak Distribusi Otomatis Berbasis Blockchain-AI untuk Mengurangi Mismatch Stok hingga 40% (Akademisi – Institut Teknologi Bandung).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Rekomendasi
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Berita Terkini
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved