Nego Tarif Trump, Indonesia Bakal Beli Komoditi Pertanian AS Rp75,4 Triliun
Minggu, 08 Februari 2026 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Seperti dikutip dari situs Kedutaan Besar AS bahwa USDA mengadakan misi dagang ke Jakarta, Indonesia untuk memperluas akses pasar, meningkatkan ekspor pertanian Amerika, dan memanfaatkan peluang baru yang tercipta melalui Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-AS.
Dalam misi yang dijadwalkan berlangsung pada 2-6 Februari 2026 tersebut, Delegasi AS dipimpin oleh Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs Luke J. Lindberg. Selama kunjungan, staf Foreign Agricultural Service (FAS) USDA dan para ahli regional akan mengadakan pengarahan pasar kunjungan lapangan, dan pertemuan business-to-business (B2B) dengan pembeli dari Indonesia, Malaysia, dan Timor-Leste.
“Presiden Trump dan saya mengadakan pertemuan dengan kelompok petani di Iowa pada minggu lalu. Dari pembicaraan yang produktif di sana dapat disimpulkan tentang pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan langgeng di seluruh dunia. Dan, saya belum mendengar dari para petani kami tentang pasar lain yang lebih mereka sukai untuk diajak bermitra, selain Indonesia,” kata Wakil Menteri Lindberg.
Baca Juga: Indonesia Tetap Impor Minyak AS Meski Negosiasi Dagang Terancam Gagal
Menurut Wakil Menteri Lindberg, antusiasme itu terlihat dari sejumlah 21 perusahaan agribisnis yang hadir pada pertemuan hari ini, lalu ada sebanyak 20 cooperator organizations yang mewakili segmen industri, serta ada 6 Departemen Pertanian dari negara bagian di AS. Manfaat sektor pertanian secara khusus ditujukan bagi ketahanan pangan di kedua negara, terutama ketahanan pangan yang berlanjut dari generasi ke generasi.
“Saya tahu banyak perusahaan kita yang hadir ini sangat ingin melihat kesepakatan dan transaksi terjadi di bawah perjanjian baru ini, serta ingin membangun hubungan pembeli-penjual yang akan berlangsung sangat lama. Jadi, saya benar-benar merasa bahwa masa depan yang indah ada di depan kita, dan kami sangat berharap dapat mengembangkan kesepakatan ini lebih lanjut,” kata Wakil Menteri Lindberg.
Dalam misi yang dijadwalkan berlangsung pada 2-6 Februari 2026 tersebut, Delegasi AS dipimpin oleh Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs Luke J. Lindberg. Selama kunjungan, staf Foreign Agricultural Service (FAS) USDA dan para ahli regional akan mengadakan pengarahan pasar kunjungan lapangan, dan pertemuan business-to-business (B2B) dengan pembeli dari Indonesia, Malaysia, dan Timor-Leste.
“Presiden Trump dan saya mengadakan pertemuan dengan kelompok petani di Iowa pada minggu lalu. Dari pembicaraan yang produktif di sana dapat disimpulkan tentang pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan langgeng di seluruh dunia. Dan, saya belum mendengar dari para petani kami tentang pasar lain yang lebih mereka sukai untuk diajak bermitra, selain Indonesia,” kata Wakil Menteri Lindberg.
Baca Juga: Indonesia Tetap Impor Minyak AS Meski Negosiasi Dagang Terancam Gagal
Menurut Wakil Menteri Lindberg, antusiasme itu terlihat dari sejumlah 21 perusahaan agribisnis yang hadir pada pertemuan hari ini, lalu ada sebanyak 20 cooperator organizations yang mewakili segmen industri, serta ada 6 Departemen Pertanian dari negara bagian di AS. Manfaat sektor pertanian secara khusus ditujukan bagi ketahanan pangan di kedua negara, terutama ketahanan pangan yang berlanjut dari generasi ke generasi.
“Saya tahu banyak perusahaan kita yang hadir ini sangat ingin melihat kesepakatan dan transaksi terjadi di bawah perjanjian baru ini, serta ingin membangun hubungan pembeli-penjual yang akan berlangsung sangat lama. Jadi, saya benar-benar merasa bahwa masa depan yang indah ada di depan kita, dan kami sangat berharap dapat mengembangkan kesepakatan ini lebih lanjut,” kata Wakil Menteri Lindberg.
(akr)
Lihat Juga :