Emas Bangkit Lagi, Didorong Pelemahan Dolar AS dan Panas Dingin AS-Iran
Senin, 09 Februari 2026 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi tekanan tersebut, Araghchi memperingatkan bahwa Iran akan menyerang pangkalan militer AS di kawasan jika diserang. "Tidak realistis untuk menyerang wilayah Amerika, tetapi kami akan fokus pada pangkalan mereka di kawasan," katanya kepada Al Jazeera.
Dari sisi fundamental, kenaikan harga emas turut didukung permintaan kuat bank sentral dan investor global. Bank Rakyat China tercatat memperpanjang tren pembelian emas selama 15 bulan berturut-turut pada Januari, dengan cadangan meningkat menjadi 74,19 juta troy ons senilai USD369,58 miliar. Sementara itu, ETF emas global mencatat arus masuk dana bulanan terbesar sepanjang sejarah sebesar USD18,7 miliar, dengan total aset kelolaan mencapai USD669 miliar.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik, tapi Belum Mampu Tembus Rp3 Juta
Meski demikian, analis mengingatkan pasar emas masih berpotensi berfluktuasi tajam. Logam mulia ini sempat mengalami penurunan harian terbesar sejak awal 1980-an pada 30 Januari, dengan penurunan intraday hingga 16 persen setelah pengumuman penunjukan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve. Pelemahan dolar AS—yang telah turun hampir 10% sejak awal 2025, masih menjadi faktor penopang utama, meski sejumlah lembaga keuangan memperkirakan dolar berpeluang stabil pada pertengahan tahun.
Dari sisi fundamental, kenaikan harga emas turut didukung permintaan kuat bank sentral dan investor global. Bank Rakyat China tercatat memperpanjang tren pembelian emas selama 15 bulan berturut-turut pada Januari, dengan cadangan meningkat menjadi 74,19 juta troy ons senilai USD369,58 miliar. Sementara itu, ETF emas global mencatat arus masuk dana bulanan terbesar sepanjang sejarah sebesar USD18,7 miliar, dengan total aset kelolaan mencapai USD669 miliar.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik, tapi Belum Mampu Tembus Rp3 Juta
Meski demikian, analis mengingatkan pasar emas masih berpotensi berfluktuasi tajam. Logam mulia ini sempat mengalami penurunan harian terbesar sejak awal 1980-an pada 30 Januari, dengan penurunan intraday hingga 16 persen setelah pengumuman penunjukan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve. Pelemahan dolar AS—yang telah turun hampir 10% sejak awal 2025, masih menjadi faktor penopang utama, meski sejumlah lembaga keuangan memperkirakan dolar berpeluang stabil pada pertengahan tahun.
(nng)
Lihat Juga :