Moody's Revisi Outlook BUMN Jadi Negatif, Begini Sikap Danantara

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:54 WIB
loading...
Moodys Revisi Outlook...
Danantara merespons koreksi dari lembaga pemeringkat internasional, Moodys soal outlook sejumlah BUMN keuangan dan nonkeuangan, yang sebelumnya stabil menjadi negatif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Danantara merespons koreksi dari lembaga pemeringkat internasional, Moody's soal outlook sejumlah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN keuangan dan nonkeuangan, yang sebelumnya stabil menjadi negatif. Sebelumnya Moody's mengoreksi outlook lima bank Indonesia, dari level stabil menjadi negatif, dengan peringkat kredit tetap sama pada awal Februari 2026.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menitikberatkan tolok ukur untuk mengembalikan sentimen terletak pada keterpaduan komunikasi antara Danantara dengan kementerian teknis. Sejalan dengan itu, Pandu menekankan keselarasan komunikasi bertujuan meningkatkan kepercayaan lembaga pemeringkat.

“Poin Moody’s adalah soal komunikasi dan arahan. Mereka perlu kepastian. Itu tugas kami dan saya rasa semua unsur dari yang berkomunikasi ke luar itu ya harus satu suara,” ujar Pandu di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Danantara, Moody's, dan Harga Kepastian

Pandu menerangkan, bahwa tindak lanjut terhadap catatan yang diberikan Moody’s tidak semata-mata dikerjakan secara internal oleh Danantara. Tahapan itu juga akan melibatkan koordinasi yang erat bersama Kementerian Keuangan serta sejumlah lembaga terkait lain guna memastikan profil risiko negara tetap terpelihara.



Ia menilai, sinyal yang datang dari lembaga pemeringkat global tersebut justru menjadi momentum positif agar otoritas di Indonesia mampu menyampaikan narasi yang selaras mengenai arah strategi ekonomi nasional.

Di sisi lain, keputusan Moody’s Ratings untuk merevisi prospek beberapa BUMN dipandang sebagai ujian awal bagi Danantara Indonesia dalam menunjukkan seberapa efektif tata kelola serta sinkronisasi kebijakan nasional yang dijalankan.

Baca Juga: Moody’s Bikin IHSG Nyungsep, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Tercatat sedikitnya ada tujuh entitas usaha yang terkena dampak, dengan lima di antaranya merupakan perusahaan milik negara yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Pertamina (Persero), PT Energi (PHE), dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.

Adapun, lima bank terdampak yang masuk penilaian Moody's adalah empat bank himbara, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan satu bank swasta, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Pengamat Perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan menekankan, Good Corporate Governance (GCG) atau Tata Kelola Perusahaan menjadi penting dalam isu koreksi outlook perbankan oleh Moody's. Ini karena bank merupakan lembaga intermediasi yang sangat bergantung pada kepercaya masyarakat.

"GCG di bank merupakan hal yang mutlak untuk dijalankan agar bisnis dapat tetap berkelanjutan, bila dijalankan dengan mengabaikan GCG dan kepercayaan masyarakat hilang maka tinggal menunggu waktunya saja untuk jatuh," kata Trioksa, Minggu (8/2/2026).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Obligasi Global Danantara...
Obligasi Global Danantara Laris Manis, Momentum Emas untuk Buy Indonesia
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Rekomendasi
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Berita Terkini
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved