Paket Stimulus Ekonomi I-2026: Bansos Rp17,5 Triliun Bakal Cair Sebelum Lebaran

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:57 WIB
loading...
Paket Stimulus Ekonomi...
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) senilai Rp17,5 triliun akan tuntas sebelum hari raya Idulfitri 2026. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) senilai Rp17,5 triliun akan tuntas sebelum hari raya Idulfitri. Langkah ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang dirancang untuk memperkuat daya beli masyarakat kelas bawah di tengah persiapan lebaran.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, merinci bahwa anggaran jumbo tersebut dialokasikan untuk dua jenis bantuan utama dengan target keluarga miskin dan rentan.

"Ada dua jenis bansos. Yang pertama adalah bansos reguler, yaitu bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp17,5 triliun," ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Diskon Transportasi Lebaran 2026, Pemerintah Bakal Suntik Insentif Rp911,16 Miliar

Selain bantuan reguler, Kemensos juga menyiapkan dana darurat untuk penanganan wilayah terdampak bencana. "Kedua adalah bansos adaptif, termasuk untuk kebencanaan di Sumatera dan beberapa wilayah lain, dengan nilai lebih dari Rp2,3 triliun," tambahnya.

Secara keseluruhan, jika ditambah dengan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi), total dana perlindungan sosial yang dikucurkan tahun ini mencapai sekitar Rp20 triliun. Hingga saat ini, realisasi penyerapan dana telah melampaui Rp17 triliun.

Gus Ipul optimistis, sisa anggaran akan segera tersalurkan dalam waktu dekat guna memastikan ketersediaan dana bagi masyarakat hingga Lebaran tiba. "Sisanya akan menyusul untuk Januari, Februari, dan Maret. Artinya, insyaAllah sampai Lebaran," jelas Mensos.

Terkait siapa saja yang berhak menerima bantuan, Gus Ipul menekankan bahwa daftar penerima manfaat bersifat dinamis. Pemerintah kini berpijak pada data tunggal hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meminimalkan salah sasaran.

"Penerima manfaat itu sifatnya dinamis karena kita berpedoman kepada data tunggal yang dimutakhirkan secara berkelanjutan oleh BPS," kata Gus Ipul.

Baca Juga: 2026, Waspada dan Prudent

Konsekuensinya, status kepesertaan seseorang bisa berubah antar-kuartal tergantung pada kondisi kesejahteraan terbaru yang tercatat. Fokus utama bantuan akan menyasar kelompok desil terendah.

"Fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2. Jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan 4," tegasnya.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui pembukaan rekening perbankan serta distribusi lewat PT Pos Indonesia. Masyarakat juga diajak aktif mengawal keakuratan data melalui jalur formal di tingkat RT/RW atau menggunakan kanal digital.

Pemerintah menyediakan beberapa platform bagi publik untuk melapor atau memutakhirkan data, di antaranya Call Center dan WhatsApp Center resmi Kemensos, serta Aplikasi Cek Bansos untuk verifikasi mandiri. Setelah penyaluran kuartal pertama ini rampung, pemerintah dijadwalkan akan melanjutkan program tahap kedua pada periode April hingga Juni mendatang.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Pemerintah Guyur Diskon...
Pemerintah Guyur Diskon Transportasi saat Libur Sekolah: Bisa jadi Penggerak Kelas Menengah
Indodax Distribusikan...
Indodax Distribusikan Hewan Kurban ke Lima Titik Wilayah di Aceh
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Inspirasi Wanita Indonesia,...
Inspirasi Wanita Indonesia, Filantropis Sandiana Soemarko Kedepankan Kepedulian Sosial
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Rekomendasi
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved