APF Canada Hadirkan Pemimpin APEC untuk Perkuat Keuangan Digital UMKM Perempuan

Rabu, 11 Februari 2026 - 23:32 WIB
loading...
APF Canada Hadirkan...
Dalam sesi pembukaan Dialog APEC Business Advisory Council (ABAC)–SOM menyoroti berbagai isu kunci terkait UMKM dan digitalisasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Asia Pacific Foundation of Canada (APF Canada) menghimpun para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan pemangku kepentingan kawasan dalam lokakarya publik–swasta tingkat tinggi bertajuk “Connecting Policy, Business & People: Digital Finance and Market Readiness for Inclusive MSMEs”, yang diselenggarakan di sela-sela pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) I di Jakarta.

Diselenggarakan di Hotel Shangri-La Jakarta, workshop ini mempertemukan para anggota ABAC, pejabat senior pemerintah, perwakilan Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor-Leste, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, organisasi pendukung UMKM, serta para undangan dari seluruh kawasan APEC untuk memperkuat dialog mengenai perumusan kebijakan UMKM yang inklusif dan responsif gender.

Direktur Eksekutif APEC, Eduardo Pedrosa dalam sesi pembukaan Dialog ABAC–SOM menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut menyoroti berbagai isu kunci terkait UMKM dan digitalisasi. Ia menilai kegiatan ini menjadi contoh kuat dari keterlibatan publik–swasta yang efektif dalam mendorong reformasi kebijakan guna mendukung pengembangan UMKM di seluruh kawasan APEC.

Baca Juga: Pemberdayaan UMKM Perempuan Percepat Pemulihan Ekonomi

Kegiatan ini merupakan bagian dari Fase Kedua APEC-Canada Growing Business Partnership (ACGBP) - inisiatif lima tahun senilai 2,5 juta dolar Kanada yang didanai Pemerintah Kanada dan diimplementasikan oleh APF Canada di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.



Program ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan fokus khusus pada perempuan dan wirausaha perempuan muda. “UMKM yang dipimpin perempuan merupakan pendorong penting inovasi, produktivitas, dan ketahanan di seluruh perekonomian APEC,” ujar Jeff Nankivell, Presiden dan CEO APF Canada.

“Lokakarya ini mencerminkan komitmen kami untuk menghubungkan kebijakan, dunia usaha, dan masyarakat guna memastikan keuangan digital serta akses pasar dapat dimanfaatkan oleh mereka yang selama ini sering tertinggal," terangnya.

Memajukan Inklusi Keuangan Digital

Lokakarya dibuka dengan diskusi panel bertema Strengthening Digital Financial Inclusion for Women Entrepreneurs yang menghadirkan perwakilan kementerian dan anggota ABAC yang terlibat dalam pengembangan UMKM.

Para panelis membahas bagaimana pembayaran digital, dompet elektronik, dan pasar daring dapat membantu UMKM yang dipimpin perempuan meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, serta memperluas akses ke pasar domestik dan regional, sekaligus mengatasi berbagai hambatan seperti kesenjangan literasi digital, isu privasi data, serta produk keuangan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha perempuan.

Berdasarkan pengalaman Indonesia, diskusi juga mengeksplorasi peluang kolaborasi APEC dan ABAC dalam pengembangan sistem pembayaran yang interoperable, harmonisasi standar Know-Your-Customer (KYC), serta portabilitas data kredit untuk mendukung partisipasi perempuan wirausaha dalam ekonomi digital.

Baca Juga: MNC Life Dukung Pemberdayaan Perempuan Melalui Wirausaha

Wakil Menteri Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah menyoroti, masih adanya kesenjangan dalam literasi keuangan dan digital, dengan mencatat bahwa 74 persen transaksi masih dilakukan secara tunai. Ia menegaskan, bahwa perluasan akses dan peluang di bidang tersebut sangat penting bagi pengembangan UMKM di Indonesia, khususnya UMKM yang dipimpin oleh perempuan.

Memperkuat UMKM Perempuan dalam Rantai Nilai Regional

Setelah sesi panel, diskusi meja bundar tertutup mempertemukan anggota ABAC dan pejabat tinggi pemerintah untuk membahas strategi praktis dalam meningkatkan partisipasi UMKM yang dipimpin perempuan dalam rantai nilai domestik dan regional.

Diskusi menyoroti adaptasi digital, formalitas usaha, kepemilikan kekayaan intelektual, sertifikasi dan standar, kesiapan ekspor, serta pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas guna membuka peluang pasar baru.

Sesi ini menekankan pentingnya penyederhanaan kepatuhan regulasi, perluasan akses terhadap perangkat digital dan intelijen pasar, serta penguatan kerja sama APEC dalam harmonisasi standar, perdagangan tanpa kertas (paperless trade), dan kerangka pengadaan inklusif.

Ketua ABAC Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi, konsistensi mitra dari Kanada yang selama bertahun-tahun berfokus pada pengembangan UMKM serta pemberdayaan perempuan. Menurutnya, fokus tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki sekitar 60 juta pelaku UMKM, dengan lebih dari setengahnya merupakan perempuan.

“Perlu saya sampaikan bahwa jika berbicara UMKM di Indonesia jumlahnya sekitar 60 juta, dan lebih dari setengahnya adalah perempuan,” katanya.

Anindya juga menekankan pentingnya peningkatan akses pasar, dukungan likuiditas, serta model bisnis yang lebih adaptif agar pelaku usaha perempuan dapat berkembang lebih cepat.

“Untuk membantu perempuan, dibutuhkan akses pasar yang lebih baik, dukungan likuiditas yang lebih besar, dan kita harus mendesain model bisnis yang benar-benar memudahkan mereka untuk mengadopsinya,” kata Anindya.

Mendukung Agenda Pertumbuhan Inklusif APEC

Lokakarya ini secara langsung mendukung komitmen APEC terhadap kesetaraan gender dan pertumbuhan inklusif di bawah La Serena Roadmap for Women and Inclusive Growth (2019), khususnya dalam memperluas akses perempuan wirausaha terhadap pembiayaan dan pasar, memperkuat kepemimpinan UMKM, serta mendorong perumusan kebijakan berbasis data dan bukti.

“Dengan mendasarkan dialog kebijakan pada realitas dunia usaha, kita dapat menghasilkan solusi UMKM yang lebih efektif dan responsif gender,” tambah Wakil Presiden APF Canada, Vina Nadjibulla.

Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan ABAC Kanada, ABAC Indonesia, dan mitra regional, APF Canada menargetkan hasil lokakarya ini dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret untuk memperluas akses pembiayaan digital dan rantai pasok bagi UMKM yang dipimpin perempuan di Indonesia dan kawasan APEC.

Di sela-sela lokakarya, APF Canada dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) baru yang mencerminkan semakin eratnya kerjasama Kanada–Indonesia pada persimpangan kebijakan, riset, dan keterlibatan dunia usaha.

MoU yang ditandatangani di Jakarta oleh Jeff Nankivell, Presiden dan CEO APF Canada, serta Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia, membentuk kerangka kerja kolaborasi yang lebih erat dalam analisis kebijakan luar negeri, strategi perdagangan dan komersial, serta riset terapan di bidang kepentingan bersama.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Bittime-Nobu Bank Kolaborasi,...
Bittime-Nobu Bank Kolaborasi, Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global
Sinergi Inovasi dan...
Sinergi Inovasi dan Kepercayaan: Kunci bank bjb Dominasi Digital Brand Appreciation 2026
CASH Fokus Perkuat Fundamental...
CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital
Indodax Soroti Pentingnya...
Indodax Soroti Pentingnya Perlindungan Konsumen di Era Keuangan Digital
Pesona G-Dragon dan...
Pesona G-Dragon dan Cha Eun Woo Sambut Pemimpin Dunia di Gala Dinner APEC 2025
G-Dragon Bakal Tampil...
G-Dragon Bakal Tampil di Gala Dinner APEC 2025, Nyanyi di Depan 21 Pemimpin Dunia
Di KTT APEC, Prabowo...
Di KTT APEC, Prabowo Ajak Asia-Pasifik Kerja Sama Atasi Perdagangan Narkotika
Rekomendasi
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Gaya Hidup Sehat Masyarakat...
Gaya Hidup Sehat Masyarakat Urban: Intip Keseruan Summer Wellness Club 2026 di Kuningan City Mall
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Infografis
Israel Panggil Batalion...
Israel Panggil Batalion Perempuan untuk Tugas Rahasia di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved