Rusia Kecam AS usai Dilarang Masuk ke Ceruk Bisnis Minyak Venezuela

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:33 WIB
loading...
Rusia Kecam AS usai...
Rusia melayangkan protes terhadap sikap Amerika Serikat (AS) yang membatasi bisnis minyak di Venezuela. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rusia melayangkan protes terhadap sikap Amerika Serikat (AS) yang membatasi bisnis minyak di Venezuela . Menteri Luar Negeri, Sergei Lavrov mengatakan, bahwa pembatasan baru AS terhadap peran Rusia dan negara lain dalam bisnis minyak Venezuela sebagai diskriminasi terang-terangan.

Departemen Keuangan AS baru saja mengeluarkan lisensi umum untuk memfasilitasi eksplorasi dan produksi minyak dan gas di Venezuela. Lisensi tersebut tidak mengizinkan transaksi yang melibatkan warga negara atau entitas dari Rusia, China, dan Iran.

Lavrov saat berbicara di depan majelis parlemen, mengatakan bahwa Rusia berkomunikasi dengan Washington mengenai masalah ini dan ingin melakukan kerja sama yang saling menghormati dengan Amerika Serikat tanpa adanya dominasi.

Baca Juga: Imbas Blokade AS, Impor Minyak China dari Venezuela Anjlok 75%

"Ini adalah diskriminasi yang nyata, meskipun Rusia, China, dan Iran telah berinvestasi di sektor minyak dan energi Venezuela," kata Lavrov.



Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov kepada wartawan mengatakan, bahwa Rusia akan menjelaskan situasi ini dengan Washington.

"Kami memang memiliki investasi di Venezuela, dan proyek jangka panjang, serta ada minat, baik dari mitra Venezuela maupun dari kami sendiri. Oleh karena itu, semua ini merupakan alasan untuk membahas situasi ini dengan pihak Amerika," kata Peskov.

Presiden AS Donald Trump telah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menguasai cadangan minyak Venezuela yang sangat besar, bahkan disebut sebagai yang terbesar di dunia setelah menggulingkan Nicolas Maduro.

Maduro yang ditangkap oleh pasukan AS pada Januari, telah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan narkoba di AS.

China Pelanggan Utama Minyak Venezuela

China merupkan pelanggan utama dan investor di sektor minyak Venezuela. Sebagian besar minyak yang diekspor Venezuela dijual ke China, meskipun Beijing melaporkan sangat sedikit dan impor sering diberi brand ulang.

Impor China untuk minyak Venezuela bisa mencapai sekitar 470.000 barel per hari selama tahun 2025, menurut perusahaan analitik energi Vortexa, atau sekitar 4,5% dari impor minyak mentah melalui laut China.

Baca Juga: Diguncang Krisis Iran, Harga Minyak Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Bulan

Perusahaan energi Rusia, Roszarubezhneft yang beroperasi di negara Amerika Selatan, mengatakan bulan lalu bahwa semua aset perusahaan di Venezuela adalah milik Rusia dan perusahaan akan menepati komitmennya kepada mitra internasional di sana.

Roszarubezhneft dimiliki oleh unit Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia, yang didirikan pada tahun 2020. Diketahui Rusia sudah cukup lama menjalin hubungan dekat dengan Venezuela, mencakup kerja sama energi, hubungan militer, dan kontak politik tingkat tinggi, dan Moskow telah mendukung Caracas secara diplomatik selama bertahun-tahun.

Rosneft memiliki saham dalam usaha hulu di Venezuela, seperti Petromonagas (40%), Petroperija (40%), Boqueron (26,67%), Petromiranda (32%) dan Petrovictoria (40%).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Rekomendasi
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved