Kelabuhi Sanksi AS, Tanker Minyak Rusia Jadikan Singapura Transit Bayangan
Kamis, 12 Februari 2026 - 07:39 WIB
loading...
A
A
A
Dengan mundurnya India, para penjual Rusia kini berlomba mengalihkan kargo ke China. Lebih dari selusin kapal tanker yang membawa 10 hingga 12 juta barel minyak mentah Urals sedang berlayar menuju Asia Timur atau menganggur di sepanjang rute tersebut. Lima kapal di antaranya menunjukkan status menunggu perintah atau China menunggu perintah, menurut firma data Kpler.
Baca Juga: Epstein Files Seret Nama Bitcoin Cs, Benarkah Kripto Berbahaya?
Para penyuling independen China di Provinsi Shandong menjadi penerima manfaat utama dari situasi ini. Diskon minyak mentah Rusia ke China melebar tajam, dengan ESPO Blend ditawarkan hampir USD9 per barel di bawah ICE Brent dan Urals sekitar USD12 di bawah patokan. Volume minyak Rusia yang masuk ke China pada Januari bahkan mencapai rekor tertinggi.
Namun, tekanan terhadap Moskow belum sepenuhnya mereda. Sekitar 16,7 juta barel minyak mentah Rusia kini tersimpan di penyimpanan terapung, melonjak hampir lima kali lipat sejak Desember. Para analis mencatat, tanpa pembelian baru dari penyuling milik negara China yang sebagian besar telah menghentikan pembelian minyak Rusia melalui laut sejak sanksi AS menargetkan Rosneft dan Lukoil, Rusia akan terus menghadapi pasar yang kelebihan pasokan dalam waktu dekat. FOTO/bairdmaritim.com
(nng)
Lihat Juga :