Kelabuhi Sanksi AS, Tanker Minyak Rusia Jadikan Singapura Transit Bayangan

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:39 WIB
loading...
Kelabuhi Sanksi AS,...
Kapal tanker minyak Rusia mencantumkan Singapura sebagai tujuan resmi pengiriman untuk menyamarkan identitas pembeli di tengah sanksi AS. FOTO/bairdmaritim.com
A A A
MOSKOW - Kapal tanker minyak Rusia mulai gencar mencantumkan Singapura sebagai tujuan resmi pengiriman untuk menyamarkan identitas pembeli di tengah memburuknya prospek ekspor menyusul mundurnya India dari pasar minyak Rusia. Data pelayaran LSEG dan keterangan para pedagang menunjukkan pengalihan rute ini menjadi strategi baru Moskow menghadapi tekanan sanksi Amerika Serikat (AS).

"Kenaikan kapal tanker yang mencantumkan tujuan seperti Singapura, Suez, atau Port Said menandakan kesulitan penjualan yang semakin meningkat dan berkurangnya jumlah pembeli andal," kata seorang pedagang minyak berbasis di Moskow kepada Reuters.

Baca Juga: Rusia Ancam Ambil Tindakan Militer Balasan Jika Greenland Dimiliterisasi NATO

Berdasarkan data pelayaran, tanker yang membawa sekitar 1,4 juta metrik ton minyak mentah Rusia berangkat menuju Singapura pada Januari dengan volume bulanan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Singapura sendiri tidak mengimpor minyak Rusia karena risiko sanksi. Perairan di sekitar negara itu justru kerap digunakan untuk transfer kapal ke kapal atau memindahkan muatan ke unit penyimpanan terapung di dekat Malaysia.

Pengalihan rute ini dipicu oleh sikap India yang mulai membatasi impor minyak Rusia setelah kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. Berdasarkan kesepakatan antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi, AS menghapus tarif tambahan 25% atas barang-barang India sebagai imbalan atas komitmen New Delhi menghentikan pembelian minyak mentah Rusia.

Para penyuling India, kecuali Nayara Energy yang didukung Rosneft, telah menghentikan pembelian kargo spot sejak Trump pertama kali menyebutkan kesepakatan tersebut. Akibatnya, impor minyak Rusia ke India diperkirakan akan turun separuh dari level yang sudah melemah.

Pada Desember lalu, asupan minyak Rusia India bahkan sudah turun ke level terendah dalam dua tahun. Nayara Energy diperkirakan hanya akan melanjutkan impor secara terbatas karena statusnya yang tersanksi dan minimnya pemasok alternatif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Viral Kabar Kanye West...
Viral Kabar Kanye West Bakal Manggung di Jakarta Oktober 2026, Netizen Antusias War Tiket!
Berita Terkini
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved