Rupiah Kembali Lesu, Hari Ini Ambles ke Rp16.828 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:48 WIB
loading...
Rupiah Kembali Lesu,...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Kamis (12/2/2026) dengan penurunan 42 poin atau sekitar 0,25% ke level Rp16.828 per dolar AS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Kamis (12/2/2026) dengan penurunan 42 poin atau sekitar 0,25% ke level Rp16.828 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan kurs rupiah didorong sentimen eksternal dan domestik.

Dari sentimen domestik, tekanan fiskal Indonesia makin terasa seiring membengkaknya belanja negara dan besarnya kewajiban pembayaran utang pemerintah, di tengah penerimaan yang belum sepenuhnya pasti. Baca Juga: Bayar Utang hingga Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun jadi Rp2.608 Triliun

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, belanja negara ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka ini melonjak Rp391,3 triliun dibandingkan realisasi belanja 2025 yang mencapai Rp3.451,4 triliun.



Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.149,7 triliun dan transfer ke daerah Rp693 triliun. Dari total belanja pemerintah pusat, porsi terbesar dialokasikan untuk pembayaran bunga utang yang mencapai sekitar 19%. Angka ini belum termasuk cicilan pokok utang pemerintah.

Selain utang, belanja besar juga dialokasikan untuk program makan bergizi gratis melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dengan porsi 8,51%. Selanjutnya anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI mencapai 5,94%, serta anggaran Polri sebesar 4,63%.

Di sisi lain, upaya mengejar penerimaan negara dinilai tidak mudah. Pemerintah mematok defisit anggaran sebesar Rp 689,14 triliun atau setara 2,68% dari produk domestik bruto (PDB).

Sorotan utama tertuju pada rasio pembayaran pokok dan bunga utang terhadap penerimaan negara atau debt service ratio (DSR). Rasio ini diperkirakan menembus 40%, jauh di atas ambang batas aman internasional sekitar 30%.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.820 - Rp16.850 per dolar AS.

Sedangkan dari sentimen eksternal datang setelah Presiden AS, Donald Trump melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu. Dimana mereka tidak mencapai kesepakatan "pasti" tentang bagaimana melanjutkan negosiasi dengan Iran, tetapi ia menegaskan negosiasi dengan Teheran akan berlanjut.

Pada hari Selasa, Trump mengatakan ia mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah jika kesepakatan tidak tercapai dengan Iran. Bahkan ketika Washington dan Teheran bersiap untuk melanjutkan pembicaraan.

“Para diplomat AS dan Iran mengadakan pembicaraan tidak langsung pekan lalu di Oman. Tanggal dan tempat putaran pembicaraan AS-Iran berikutnya belum diumumkan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Baca Juga: Rupiah Balik Melawan Dolar AS, Hari Ini Sentuh Rp16.786 per USD

Laporan Utama Ketenagakerjaan AS untuk bulan Januari yang tertunda menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Nonfarm Payrolls (NFP) naik 130 ribu, mengalahkan ekspektasi pasar sekitar 70 ribu dan berada di atas peningkatan revisi Desember sebesar 48 ribu. Sementara, Tingkat Pengangguran sedikit menurun menjadi 4,3% dari 4,4%.

Dari sisi pendapatan, pendapatan per jam rata-rata meningkat sebesar 0,4% MoM pada Januari, meningkat dari 0,1% pada bulan sebelumnya dan melampaui perkiraan pasar sebesar 0,3%, sementara laju tahunan tetap stabil di 3,7% YoY, juga melampaui ekspektasi sebesar 3,6%.

Laporan pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat ini mengurangi urgensi untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat dan dapat memberikan dukungan kepada Dolar AS dalam jangka pendek.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Rekomendasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved