AS dan Iran Tegang Lagi, Harga Emas Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram Minggu Depan

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:01 WIB
loading...
AS dan Iran Tegang Lagi,...
Pasar emas internasional dan domestik menunjukkan tren fluktuasi yang signifikan di awal tahun 2026. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Pasar emas internasional dan domestik menunjukkan tren fluktuasi yang signifikan di awal tahun 2026. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melaporkan bahwa harga emas dunia pada penutupan Sabtu pagi berada di level 5.042 per troy ons, sementara harga emas Logam Mulia Antam di pasar domestik dibanderol seharga Rp2.954.000 per gram. Ibrahim memproyeksikan pergerakan harga emas akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat dalam sepekan ke depan.

"Dalam satu minggu ke depan, support dan resistance diperkirakan berada di level Rp96.600 hingga Rp97.400. Seandainya harga emas dunia turun, kemungkinan support pertama di 4.947 per troy ons dengan harga Logam Mulia di Rp2.920.000. Jika turun lebih jauh, support kedua di 4.818 per troy ons dengan harga Logam Mulia Rp2.860.000," papar Ibrahim dalam risetnya, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga: Trump Bersedia Bertemu Khamenei Ketika AS Kerahkan Kerahkan Kapal Induk Terbesar ke Dekat Iran

Sebaliknya, jika tren penguatan berlanjut, Ibrahim menetapkan target yang lebih tinggi. "Kalau harga emas dunia naik, resisten pertama di 5.134 per troy ons dengan harga Logam Mulia di Rp3.000.000 per gram. Jika menembus resisten kedua di 5.245 per troy ons, harga Logam Mulia bisa mencapai Rp3.150.000," tambahnya.

Menurut Ibrahim, setidaknya ada empat faktor fundamental yang membuat harga emas dunia dan Logam Mulia bergerak sangat dinamis saat ini. Pertama, ketegangan meningkat setelah Trump mengirimkan kapal induk USS Gerald R. Ford sebagai tambahan kekuatan di samping USS Abraham Lincoln. Langkah ini dinilai sebagai sinyal persiapan serangan terhadap Iran bersama Israel.



Kemudian, pasar masih merespons negatif atau apatis terhadap penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed oleh Donald Trump, yang menciptakan ketidakpastian baru. Selanjutnya, inflasi inti AS per Januari 2026 tercatat 2,4 persen, lebih rendah dari konsensus ekonom sebesar 2,5 persen. Hal ini memperkuat indikasi bahwa Bank Sentral AS akan kembali menurunkan suku bunga, yang menjadi sentimen positif bagi emas.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp2,94 Juta per Gram

Terakhir, China terus menambah cadangan emasnya secara signifikan guna menggantikan dolar AS, meski pasar juga mewaspadai adanya unsur spekulatif dalam lonjakan harga ini. Ibrahim melihat bahwa tingginya permintaan untuk cadangan devisa, terutama dari China, membuktikan bahwa emas masih menjadi aset pelindung utama. Ia bahkan memberikan proyeksi yang cukup ambisius untuk masa depan. "Permintaan untuk logam mulia terus mengalami kenaikan, bahkan untuk mencapai akhir tahun mencapai harga Rp6.500 (per troy ons) kemungkinan akan terjadi," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Rekomendasi
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Sneaker Louis Vuitton...
Sneaker Louis Vuitton Combi Rancangan Pharrell Williams Dikritik, Disebut Mirip Vans Authentic
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved