Dedolarisasi Tanpa Mata Uang Lokal, BRICS Bentuk Bursa Logam Mulia
Minggu, 15 Februari 2026 - 21:14 WIB
loading...
A
A
A
Inisiatif ini melanjutkan komitmen yang dihasilkan pada KTT Kazan pada Oktober 2024, saat Rusia memegang presidensi BRICS. Dalam pertemuan itu, negara anggota mengadopsi sejumlah usulan, termasuk platform pembayaran alternatif, mekanisme penyelesaian transaksi dalam mata uang nasional, serta rencana pembentukan bursa gandum.
Ryabkov menyatakan optimistis berbagai proyek tersebut dapat diwujudkan dalam waktu dekat. "Ada semua alasan dan prasyarat untuk munculnya sesuatu yang konkret," katanya.
Konsep bursa gandum disebut telah berkembang pesat, dengan Rusia dikabarkan menyiapkan proposal rinci untuk dibahas bersama negara mitra. Negara-negara BRICS diketahui menyumbang sekitar 44 persen produksi gandum global, sehingga kolaborasi di sektor komoditas dinilai berpotensi meningkatkan posisi tawar kelompok tersebut di pasar internasional.
Meski demikian, Ryabkov menegaskan bahwa pembentukan mata uang bersama BRICS belum menjadi agenda dalam waktu dekat. Dalam wawancara terpisah dengan The Economic Times, ia menekankan fokus utama saat ini adalah memperluas penggunaan mata uang nasional dalam penyelesaian perdagangan, bukan membentuk mata uang tunggal.
Baca Juga: Daftar Negara yang Sudah Buat Buku Panduan Hadapi Perang Dunia III untuk Warganya
Ryabkov menyatakan optimistis berbagai proyek tersebut dapat diwujudkan dalam waktu dekat. "Ada semua alasan dan prasyarat untuk munculnya sesuatu yang konkret," katanya.
Konsep bursa gandum disebut telah berkembang pesat, dengan Rusia dikabarkan menyiapkan proposal rinci untuk dibahas bersama negara mitra. Negara-negara BRICS diketahui menyumbang sekitar 44 persen produksi gandum global, sehingga kolaborasi di sektor komoditas dinilai berpotensi meningkatkan posisi tawar kelompok tersebut di pasar internasional.
Meski demikian, Ryabkov menegaskan bahwa pembentukan mata uang bersama BRICS belum menjadi agenda dalam waktu dekat. Dalam wawancara terpisah dengan The Economic Times, ia menekankan fokus utama saat ini adalah memperluas penggunaan mata uang nasional dalam penyelesaian perdagangan, bukan membentuk mata uang tunggal.
Baca Juga: Daftar Negara yang Sudah Buat Buku Panduan Hadapi Perang Dunia III untuk Warganya
Lihat Juga :