Legislator Sebut Kecepatan Pertamina Tangani Bencana Sumatera Dirasakan Betul
Senin, 16 Februari 2026 - 22:02 WIB
loading...
Komisi VI DPR mengapresiasi apa yang dilakukan Pertamina, usai dengan sigap menangani bencana Sumatera. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gerak cepat PT. Pertamina dalam menangani bencana banjir longsor Sumatera dinilai dirasakan betul. Komisi VI DPR mengapresiasi apa yang dilakukan Pertamina, usai dengan sigap menangani bencana Sumatera .
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade menggambarkan bagaimana jajaran Pertamina turun langsung mengatasi masalah di lapangan saat bencana terjadi. Salah seorang yang disebutnya adalah General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang merespons cepat permintaan pengiriman BBM dan bantuan logistik untuk korban yang mengungsi di Sumbar.
“Saya ucapkan terima kasih soal gerak cepat Pertamina, dalam membantu masalah bencana di Sumatra Barat (Sumbar), Aceh, dan Sumatra Utara. Di Sumbar saya merasakan betul bagaimana cepatnya Pertamina, salah satu BUMN yang responsif untuk membantu Pemerintah menyelesaikan permasalahan bencana alam," kata Andre Rosiade.
Baca Juga: Respons Cepat Banjir Sumatera, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Tak Terputus hingga Daerah Terisolasi
Di tengah kondisi tidak mudah, BUMN energi tersebut dinilai sangat cepat dan responsif. Demikian antara lain, bahasan yang mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dan Pertamina, Rabu (11/2).
Bahkan menurutnya, Pertamina International Shipping juga bergerak cepat ikut mengamankan distribusi BBM di kawasan bencana. Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi VI DPR, Mufti Aimah Nurul Anam yang menurutnya, apa yang diupayakan Pertamina sangat tidak mudah dalam kondisi bencana.
Pasalnya memang terkendala dengan kondisi infrastruktur yang belum pulih. ”Bahkan tidak sampai satu bulan, kendala BBM sudah terurai,” kata Mufti.
Ke depan, Mufti berharap agar semua pihak belajar dari bencana tersebut. Salah satunya SOP penanganan untuk penyaluran BBM di daerah bencana.
Sementara itu Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto mengatakan, cepatnya respons BUMN energi tersebut, tidak lepas dari kepemimpinan Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantiri yang selalu sigap menerima masukan di saat kapan pun.
”Pak Dirut ini responsnya cepat. Tengah malam pun, di WA dia jawab, responsif sekali. Apalagi ke masyarakat, responsif sekali. Saya pernah minta tolong dan itu langsung bergerak.
Menurut Darmadi, bahkan masyarakat Bawean yang terpencil pun, mengucapkan terima kasih kepada Pertamina di bawah kepemimpinan Simon. Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Salurkan 983 Tabung LPG untuk Dapur Umum Banjir di Sumatera
RDP Komisi VI dengan Dirut Pertamina, Rabu (11/2) membahas dua hal. Pertama mengenai upaya Pertamina menangani bencana Sumatra. Kedua mengenai rencana penyaluran LPG 3 kg ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Terkait upaya yang dilakukan dalam menangani bencana Sumatera, Pertamina memaparkan bahwa dukungan energi yang disalurkan adalah sebanyak 3,287 tabung Bright Gas. Sedangkan Dexlite dan Pertamax sebanyak 405,2 KL, Avtur 253 KL, PLTS sebanyak 15 unit, dan genset sebanyak 36 unit.
Penyaluran energi di area terdampak, tidak hanya dilakukan melalui truk-truk pengangkut BBM yang harus melalui jalur berat dan sulit. Karena sulitnya jalur darat itulah, penyaluran energi juga dilakukan melalui jalur udara dan laut.
Sementara terkait penyaluran gas melon melalui KDMP, Pertamina menyampaikan bahwa Pertamina tetap melakukan monitoring. Selain itu penyaluran melalui tidak akan mematikan agen.
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade menggambarkan bagaimana jajaran Pertamina turun langsung mengatasi masalah di lapangan saat bencana terjadi. Salah seorang yang disebutnya adalah General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang merespons cepat permintaan pengiriman BBM dan bantuan logistik untuk korban yang mengungsi di Sumbar.
“Saya ucapkan terima kasih soal gerak cepat Pertamina, dalam membantu masalah bencana di Sumatra Barat (Sumbar), Aceh, dan Sumatra Utara. Di Sumbar saya merasakan betul bagaimana cepatnya Pertamina, salah satu BUMN yang responsif untuk membantu Pemerintah menyelesaikan permasalahan bencana alam," kata Andre Rosiade.
Baca Juga: Respons Cepat Banjir Sumatera, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Tak Terputus hingga Daerah Terisolasi
Di tengah kondisi tidak mudah, BUMN energi tersebut dinilai sangat cepat dan responsif. Demikian antara lain, bahasan yang mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dan Pertamina, Rabu (11/2).
Bahkan menurutnya, Pertamina International Shipping juga bergerak cepat ikut mengamankan distribusi BBM di kawasan bencana. Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi VI DPR, Mufti Aimah Nurul Anam yang menurutnya, apa yang diupayakan Pertamina sangat tidak mudah dalam kondisi bencana.
Pasalnya memang terkendala dengan kondisi infrastruktur yang belum pulih. ”Bahkan tidak sampai satu bulan, kendala BBM sudah terurai,” kata Mufti.
Ke depan, Mufti berharap agar semua pihak belajar dari bencana tersebut. Salah satunya SOP penanganan untuk penyaluran BBM di daerah bencana.
Sementara itu Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto mengatakan, cepatnya respons BUMN energi tersebut, tidak lepas dari kepemimpinan Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantiri yang selalu sigap menerima masukan di saat kapan pun.
”Pak Dirut ini responsnya cepat. Tengah malam pun, di WA dia jawab, responsif sekali. Apalagi ke masyarakat, responsif sekali. Saya pernah minta tolong dan itu langsung bergerak.
Menurut Darmadi, bahkan masyarakat Bawean yang terpencil pun, mengucapkan terima kasih kepada Pertamina di bawah kepemimpinan Simon. Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Salurkan 983 Tabung LPG untuk Dapur Umum Banjir di Sumatera
RDP Komisi VI dengan Dirut Pertamina, Rabu (11/2) membahas dua hal. Pertama mengenai upaya Pertamina menangani bencana Sumatra. Kedua mengenai rencana penyaluran LPG 3 kg ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Terkait upaya yang dilakukan dalam menangani bencana Sumatera, Pertamina memaparkan bahwa dukungan energi yang disalurkan adalah sebanyak 3,287 tabung Bright Gas. Sedangkan Dexlite dan Pertamax sebanyak 405,2 KL, Avtur 253 KL, PLTS sebanyak 15 unit, dan genset sebanyak 36 unit.
Penyaluran energi di area terdampak, tidak hanya dilakukan melalui truk-truk pengangkut BBM yang harus melalui jalur berat dan sulit. Karena sulitnya jalur darat itulah, penyaluran energi juga dilakukan melalui jalur udara dan laut.
Sementara terkait penyaluran gas melon melalui KDMP, Pertamina menyampaikan bahwa Pertamina tetap melakukan monitoring. Selain itu penyaluran melalui tidak akan mematikan agen.
(akr)
Lihat Juga :