Misi Dagang Prabowo ke AS: CPO, Kopi, dan Kakao Jadi Andalan

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:13 WIB
loading...
Misi Dagang Prabowo...
Presiden Prabowo berjabat tangan dengan Presiden Trump dalam rangkaian konferensi di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025). FOTO/BPMI Setpres
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan ke Amerika Serikat (AS) untuk menyepakati Agreement on Reciprocal Trade (ART) guna memperkuat akses pasar komoditas unggulan Indonesia di bawah pemerintahan Donald Trump. Dalam kerangka kerja sama ini, AS sepakat menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19% serta memberikan pengecualian tarif bagi minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao.

"Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan AS adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga: Prabowo Terbang ke AS Bertemu Trump, Amankan Pembebasan Tarif CPO dan Kopi

Sebagai timbal balik, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal AS. Langkah diplomasi ini dinilai strategis mengingat AS merupakan pasar utama bagi komoditas kopi Indonesia, dengan volume ekspor tertinggi mencapai 44,3 ribu ton pada 2024 dan nilai FOB sebesar USD307,4 juta, melampaui gabungan nilai ekspor ke India, Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Komoditas kakao juga menempati posisi krusial sebagai tujuan ekspor kedua terbesar setelah India dengan volume 43,40 ribu ton senilai USD173,92. Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi kakao nasional akan meningkat menjadi 635 ribu ton pada 2026, yang didukung oleh perluasan areal perkebunan rakyat hingga mencapai 1,38 juta hektare.



Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan, penguatan sektor hulu melalui peremajaan dan benih unggul harus berjalan beriringan dengan hilirisasi. "Pekebun adalah kunci. Hampir seluruh kebun kakao kita dikelola rakyat. Sebab itu, peningkatan produktivitas melalui peremajaan, penggunaan benih unggul, dan pendampingan intensif harus menjadi prioritas. Kita tidak boleh hanya mengekspor bahan mentah, tetapi harus memperkuat hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Rekomendasi
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved