Reformasi Pasar Modal: BEI Kerek Free Float Jadi 15% dan Perluas Transparansi Data
Jum'at, 20 Februari 2026 - 08:55 WIB
loading...
A
A
A
Langkah ini diharapkan mampu memberikan informasi yang lebih mendalam bagi investor mengenai struktur kendali perusahaan. Jeffrey menegaskan bahwa akses informasi yang konsisten adalah kunci utama reputasi pasar.
Baca Juga: BEI Buka Suara soal MSCI, Sudah Bertemu sebelum Gejolak Pasar Saham
“Investor membutuhkan informasi yang jelas, konsisten, dan mudah diakses. Dengan transparansi yang semakin baik, kita memperkuat fairness sekaligus reputasi pasar modal Indonesia,” ungkap Jeffrey.
Dari sisi infrastruktur, KSEI akan mempertajam klasifikasi investor pada sistem Single Investor Identification (SID). Akan ada penambahan 28 klasifikasi baru sebagai subkategori untuk jenis investor korporasi dan lainnya guna meningkatkan akurasi data pasar.
BEI memastikan seluruh kebijakan ini disusun dengan melibatkan masukan dari asosiasi, perusahaan tercatat, dan anggota bursa hingga tenggat waktu 19 Februari 2026. Untuk mempermudah transisi, BEI juga menyediakan layanan hot desk sebagai pusat konsultasi bagi para pemangku kepentingan.
Sinergi antara OJK dan SRO ini diharapkan mampu membawa pasar modal Indonesia ke panggung global dengan standar transparansi dan perlindungan investor yang lebih tinggi.
Baca Juga: BEI Buka Suara soal MSCI, Sudah Bertemu sebelum Gejolak Pasar Saham
“Investor membutuhkan informasi yang jelas, konsisten, dan mudah diakses. Dengan transparansi yang semakin baik, kita memperkuat fairness sekaligus reputasi pasar modal Indonesia,” ungkap Jeffrey.
Dari sisi infrastruktur, KSEI akan mempertajam klasifikasi investor pada sistem Single Investor Identification (SID). Akan ada penambahan 28 klasifikasi baru sebagai subkategori untuk jenis investor korporasi dan lainnya guna meningkatkan akurasi data pasar.
BEI memastikan seluruh kebijakan ini disusun dengan melibatkan masukan dari asosiasi, perusahaan tercatat, dan anggota bursa hingga tenggat waktu 19 Februari 2026. Untuk mempermudah transisi, BEI juga menyediakan layanan hot desk sebagai pusat konsultasi bagi para pemangku kepentingan.
Sinergi antara OJK dan SRO ini diharapkan mampu membawa pasar modal Indonesia ke panggung global dengan standar transparansi dan perlindungan investor yang lebih tinggi.
(akr)
Lihat Juga :