Pasca Indonesia Economic Outlook 2026, DPR Soroti Momentum Eksekusi Investasi Strategis
Jum'at, 20 Februari 2026 - 21:52 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Misbakhun juga merespons langsung pemaparan Danantara Indonesia dalam sesi forum tersebut. Sesi yang menampilkan pipeline investasi lintas sektor, mulai dari hilirisasi mineral, energi baru, agrikultur, hingga infrastruktur digital tersebut dilihat sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Baca Juga : Intip 4 Proyek Strategis PHR untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Menurutnya, pendekatan yang menempatkan investasi sebagai penggerak industrialisasi dan penciptaan nilai tambah merupakan arah yang relevan dengan kebutuhan ekonomi Indonesia saat ini. “Presentasi yang disampaikan menunjukkan adanya upaya untuk menempatkan investasi sebagai instrumen transformasi, bukan sekadar pembiayaan proyek. Fokus pada hilirisasi, penguatan industri, dan sektor masa depan adalah langkah yang tepat, selama konsisten dijalankan dan dikawal dengan tata kelola yang kuat,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ekspektasi publik terhadap lembaga penggerak investasi negara juga tinggi. Karena itu, profesionalisme, tata kelola, dan hasil konkret menjadi tolok ukur utama. “Tantangannya sekarang adalah pembuktian. Bukan hanya desain kebijakan, tetapi realisasi proyek yang berjalan, industri yang tumbuh, dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Di situ kredibilitas akan terbentuk,” lanjutnya.
Ia menilai momentum pasca Indonesia Economic Outlook 2026 harus dimanfaatkan untuk mempercepat implementasi investasi strategis yang telah dirancang, mulai dari hilirisasi mineral, energi baru, agrikultur modern, hingga infrastruktur digital.
Dalam konteks tersebut, peran Danantara Indonesia dinilai relevan untuk memastikan investasi tidak berhenti sebagai agenda kebijakan, melainkan menjadi penggerak transformasi ekonomi.
Baca Juga : Intip 4 Proyek Strategis PHR untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Menurutnya, pendekatan yang menempatkan investasi sebagai penggerak industrialisasi dan penciptaan nilai tambah merupakan arah yang relevan dengan kebutuhan ekonomi Indonesia saat ini. “Presentasi yang disampaikan menunjukkan adanya upaya untuk menempatkan investasi sebagai instrumen transformasi, bukan sekadar pembiayaan proyek. Fokus pada hilirisasi, penguatan industri, dan sektor masa depan adalah langkah yang tepat, selama konsisten dijalankan dan dikawal dengan tata kelola yang kuat,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ekspektasi publik terhadap lembaga penggerak investasi negara juga tinggi. Karena itu, profesionalisme, tata kelola, dan hasil konkret menjadi tolok ukur utama. “Tantangannya sekarang adalah pembuktian. Bukan hanya desain kebijakan, tetapi realisasi proyek yang berjalan, industri yang tumbuh, dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Di situ kredibilitas akan terbentuk,” lanjutnya.
Ia menilai momentum pasca Indonesia Economic Outlook 2026 harus dimanfaatkan untuk mempercepat implementasi investasi strategis yang telah dirancang, mulai dari hilirisasi mineral, energi baru, agrikultur modern, hingga infrastruktur digital.
Dalam konteks tersebut, peran Danantara Indonesia dinilai relevan untuk memastikan investasi tidak berhenti sebagai agenda kebijakan, melainkan menjadi penggerak transformasi ekonomi.
Lihat Juga :