Tarif Trump Berubah-Ubah, Dunia Usaha Butuh Kepastian
Minggu, 22 Februari 2026 - 21:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Timbal Balik Negosiasi Tarif Trump, Danantara Bakal Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp227 T
Sanny menitikberatkan bahwa harapan dunia usaha adalah agar situasi ini segera mengarah pada konfigurasi kebijakan yang lebih stabil dan terinstitusionalisasi. Hubungan perdagangan Indonesia-AS bersifat struktural dan jangka panjang, terutama bagi sektor padat karya berbasis ekspor yang memiliki eksposur tinggi ke pasar AS.
Sejalan dengan itu, kepastian akses pasar, kejelasan aturan teknis, serta keberlanjutan dialog bilateral menjadi kunci. Lebih lanjut, dia menekankan dinamika kebijakan tarif ini mesti menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan untuk tetap menjalankan agenda reformasi struktural.
Mulai dari efisiensi logistik, penyederhanaan regulasi, hingga penguatan industri hulu. Hal ini agar keunggulan tarif, berapapun angkanya, dapat benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan daya saing dan berujung pada perluasan lapangan kerja.
"APINDO akan terus membersamai pemerintah dalam mencermati perkembangan ini dan memastikan bahwa kepentingan industri nasional serta stabilitas jutaan tenaga kerja tetap menjadi prioritas utama," ucap Sanny.
Adapun, Donald Trump telah mengumumkan peningkatan tarif global barunya dari 10% persen menjadi 15 persen. Langkah ini dilakukan sehari setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif yang telah diberlakukannya sebelumnya oleh pemerintah Trump.
Sanny menitikberatkan bahwa harapan dunia usaha adalah agar situasi ini segera mengarah pada konfigurasi kebijakan yang lebih stabil dan terinstitusionalisasi. Hubungan perdagangan Indonesia-AS bersifat struktural dan jangka panjang, terutama bagi sektor padat karya berbasis ekspor yang memiliki eksposur tinggi ke pasar AS.
Sejalan dengan itu, kepastian akses pasar, kejelasan aturan teknis, serta keberlanjutan dialog bilateral menjadi kunci. Lebih lanjut, dia menekankan dinamika kebijakan tarif ini mesti menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan untuk tetap menjalankan agenda reformasi struktural.
Mulai dari efisiensi logistik, penyederhanaan regulasi, hingga penguatan industri hulu. Hal ini agar keunggulan tarif, berapapun angkanya, dapat benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan daya saing dan berujung pada perluasan lapangan kerja.
"APINDO akan terus membersamai pemerintah dalam mencermati perkembangan ini dan memastikan bahwa kepentingan industri nasional serta stabilitas jutaan tenaga kerja tetap menjadi prioritas utama," ucap Sanny.
Adapun, Donald Trump telah mengumumkan peningkatan tarif global barunya dari 10% persen menjadi 15 persen. Langkah ini dilakukan sehari setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar tarif yang telah diberlakukannya sebelumnya oleh pemerintah Trump.
(akr)
Lihat Juga :