Kekacauan Tarif Trump, Dolar AS Babak Belur di Pasar Asia

Senin, 23 Februari 2026 - 11:00 WIB
loading...
A A A


Di Korea Selatan, won menguat 0,30% ke level 1.445,17 per dolar AS di tengah kekhawatiran atas beban fiskal AS. Analis memperkirakan potensi pengembalian tarif yang mencapai USD175 miliar dapat terus menekan greenback dan mendorong kurs won-dolar menembus di bawah kisaran perdagangan terbarunya.
Sementara, penguatan yen Jepang juga didorong oleh faktor domestik pascakemenangan telak Partai Liberal Demokrat pimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu kilat. Meskipun kebijakan Takaichi awalnya diprediksi akan melemahkan yen melalui stimulus fiskal, mata uang tersebut justru menguat setelah pemerintah menunjukkan sinyal pengendalian fiskal dan kesiapan intervensi pasar jika diperlukan.

Baca Juga: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Gimana Nasib Perjanjian Dagang dengan Indonesia?

Secara umum, indeks saham Asia-Pasifik MSCI di luar Jepang naik 0,5% pada Senin pagi, mencerminkan optimisme regional di tengah kemelut kebijakan di Washington. Para pelaku pasar kini menghadapi paradoks di mana ketidakpastian kebijakan yang biasanya menguntungkan dolar sebagai aset aman (safe haven), justru menjadi beban karena investor meragukan keandalan pengelolaan ekonomi AS.

Kondisi ini menandai babak baru dalam dinamika pasar valuta asing global, di mana stabilitas ekonomi Asia menjadi daya tarik saat kebijakan perdagangan AS diliputi sengketa hukum. Investor kini menanti langkah Kongres AS terkait masa berlaku tarif baru yang diusulkan Trump, yang secara hukum hanya dapat bertahan selama 150 hari tanpa persetujuan legislatif.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
FIFA Cabut Skorsing...
FIFA Cabut Skorsing Balogun, Trump Diduga Intervensi
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
Rekomendasi
Polisi Ungkap Awal Mula...
Polisi Ungkap Awal Mula Bang Jago Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa
Ruben Onsu Pasrah Jika...
Ruben Onsu Pasrah Jika Jordi Onsu Bongkar Aibnya: Silakan Saja
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved