Program Prioritas Kementrans 2026 Fokus Tuntaskan Lahan Transmigran dan Perkuat SDM Unggul

Senin, 23 Februari 2026 - 16:30 WIB
loading...
Program Prioritas Kementrans...
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (3/2) lalu. FOTO/Kementrans
A A A
JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menegaskan tahun ini penyelesaian persoalan lahan, penguatan ekonomi lokal, serta percepatan transformasi kawasan transmigrasi melalui kehadiran sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi prioritas.

"Target tahun 2026, Trans Tuntas akan berfokus pada penyelesaian persoalan lahan, termasuk penerbitan 11.288 bidang Sertipikat Hak Milik (SHM) untuk transmigran di 61 lokasi transmigrasi," ujar Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (3/2) lalu.

Baca Juga: Menko AHY Apresiasi Kinerja Kementrans dalam Transformasi Transmigrasi 2026

Selain penerbitan SHM, Kementerian Transmigrasi akan melakukan inventarisasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di 50 lokasi yang tersebar di 13 provinsi, dengan total luasan mencapai 217.043,26 hektare.

Terkait kawasan hutan, Menteri Iftitah menegaskan akan menjalankan amanat Komisi V DPR RI dengan tetap menjunjung prinsip keadilan dan keberlanjutan kehutanan. Saat ini, 19 lokasi transmigrasi telah disepakati bersama Kementerian Kehutanan untuk dilepaskan dari kawasan hutan dan diusulkan penerbitan SHM-nya. "Kami akan terus memastikan keadilan tanpa mengorbankan prinsip kehutanan. Persoalan ini akan kami selesaikan sampai tuntas," tegas Mentrans.



Di sisi lain, program Trans Lokal tetap menjadi jantung pemberdayaan masyarakat setempat. Pada tahun 2026, Kementerian Transmigrasi merencanakan penempatan 115 kepala keluarga (KK) di dua lokasi, yaitu 100 KK di Kawasan Transmigrasi Batam, Rempang dan Galang (Barelang) di Batam, Kepulauan Riau dan 15 KK di Kawasan Transmigrasi Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. "Pendatang ditempatkan untuk menguatkan ekonomi lokal, bukan menggantikannya," tegas dia.

Baca Juga: Pascabencana Sumatera, Kementrans Fokus Pulihkan Kawasan Transmigrasi

Berdasarkan hasil kajian Kementerian Transmigrasi, kehadiran SDM unggul yang memiliki standar kompetensi tertentu, aktif melakukan riset dan inovasi, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dan dunia usaha, terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah secara positif. Fenomena ini dikenal sebagai knowledge spillover atau banjir ilmu pengetahuan di kawasan transmigrasi.

"Tanpa SDM unggul, pertumbuhan ekonomi di kawasan akan jalan di tempat atau looping. Tentu kita tidak berharap itu terjadi lagi. Ke depan kita harus memastikannya di seluruh kawasan transmigrasi," ungkap Menteri Iftitah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Transmigrasi menghadirkan program Transmigrasi Patriot yang terdiri dari Beasiswa Patriot dan Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Menteri Iftitah menegaskan program ini bukanlah program elit, melainkan bentuk kehadiran nyata negara di tengah masyarakat.

"Transmigrasi patriot adalah jawabannya. Transmigrasi patriot bukan program elit. Ini cara negara memastikan ilmu pengetahuan hadir di lapangan, bekerja bersama rakyat, dan menghasilkan nilai ekonomi nyata, bukan hanya laporan akademik," ujar Mentrans.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentrans Ungkap Ada...
Mentrans Ungkap Ada 13 Titik Potensi Ladang Minyak Baru di Kawasan Transmigrasi
Wamen Viva Yoga Ajak...
Wamen Viva Yoga Ajak AKSI Bangun Kawasan Transmigrasi
Kementrans Tempatkan...
Kementrans Tempatkan Hampir 1.300 Transmigran Lokal di 10 Lokasi
Berkat Kolaborasi, Kementrans...
Berkat Kolaborasi, Kementrans Hemat Rp369 Miliar Bangun KT Barelang
Menko AHY Apresiasi...
Menko AHY Apresiasi Kinerja Kementrans dalam Transformasi Transmigrasi 2026
Membaca Strategi Pemerintah...
Membaca Strategi Pemerintah dalam Mengurai Simpul Kemiskinan
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved