Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, India Tunda Kunjungan Dagang ke Washington

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:18 WIB
loading...
Mahkamah Agung AS Batalkan...
Para siswa Sekolah Seni Gurukul sedang mengerjakan lukisan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Mumbai, India, pada Jumat, 1 Agustus 2025. FOTO/AP/Rajanish Kakade
A A A
JAKARTA - India menunda delegasi dagang ke Washington setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) membatalkan rezim tarif luas Presiden Donald Trump. Penundaan ini terjadi ketika Gedung Putih bergegas menggantinya dengan pungutan baru di bawah wewenang hukum yang belum teruji.

"Kunjungan kepala negosiator India dan delegasinya akan dijadwalkan kemudian pada tanggal yang saling menguntungkan setelah kedua pemerintah menyelesaikan penilaian internal," ujar seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada CNBC, dikutip Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Kekacauan Tarif Trump, Dolar AS Babak Belur di Pasar Asia

Tim negosiasi India dipimpin kepala negosiator Darpan Jain dijadwalkan memulai pertemuan tiga hari di Washington pada 23 Februari untuk mengubah kesepakatan kerangka kerja menjadi pakta hukum yang mengikat. Kedua pemerintah sepakat, kunjungan tersebut harus dijadwalkan ulang setelah menilai dampak putusan pengadilan dan penerapan tarif pengganti oleh Trump.



Pada 6 Februari lalu, kedua negara mengumumkan kerangka kerja kesepakatan dagang sementara di mana tarif AS atas barang India turun dari 50% menjadi 18%, sementara India berkomitmen membeli produk energi Amerika senilai USD500 miliar, pesawat terbang, logam mulia, dan barang teknologi selama lima tahun.

Menteri Perdagangan India Piyush Goyal menyatakan kesepakatan tersebut diharapkan ditandatangani pada Maret dan berlaku efektif pada April. Dasar hukum kesepakatan tersebut bergeser pekan lalu ketika Mahkamah Agung AS memutuskan dengan suara 6-3 bahwa Trump telah melampaui wewenangnya dengan menggunakan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional untuk memberlakukan tarif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Rekomendasi
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Jerman Unggul atas Curacao...
Jerman Unggul atas Curacao 3-1 di Babak Pertama, Tim Debutan Sempat Bikin Kejutan
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved